Things That Makes Me Happy

Berbicara mengenai kebahagiaan, khususnya kebahagiaan saya adalah berbicara tentang hal-hal sederhana.

Harum lembaran kertas dari buku yang baru dibuka, berjalan menyusuri trotoar Cikini, mendoan hangat sambal kecap, taman safari minggu pagi juga berjam-jam tanpa melakukan apa-apa. Hanya ada kamu, aku juga rasa yang kita pendam sendiri.

Atau tentang sesapan kopi bercampur susu, sebelum kamu beranjak pergi.

Kebahagiaan untuk saya juga merupakan gabungan dari kenangan dan lambaian waktu yang terukir antara diamnya, ceritanya, peluknya hingga perpisahannya. Untuk itu, saya akan bercerita mengenai satu hal yang selalu membuat saya tersenyum.

Gajah.

Gajah?
Bila mengikuti saya sejak lama, pasti paham bahwa saya selalu gemas dengan hewan bulat bermata kecil ini. Ia tidak lincah, tidak pula seram. Ia cenderung tenang, sering ia dijadikan objek bahan ejekan. Tapi apa istimewanya gajah?

Karena ia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki ingatan tak pernah lekang. Ingatan gajah abadi, anak gajah mengingat siapa ibunya, siapa gerombolannya. Ibu gajah melindungi anak-anaknya, dan akan sangat trauma luar biasa bila ia dipisahkan paksa dengan anaknya. Gajah yang terperangkap karena jerat manusia, gajah yang melihat kawannya mati tertembak.

Gajah akan selalu ingat, hingga ia mati.

Gajah.

Sedikit banyak adalah kita, tentang cinta dan sakitnya.

Manusia dan selalu merawat kenangan yang menyakitkan, tidak melepaskan nyerinya bahkan saat ceritanya telah lama usai. Trauma yang tersisa, ia ingat.

Ia simpan rapat, dalam kepalanya yang bergemuruh terus menerus terisi oleh hal-hal sederhana baru.

Lembaran-lembaran kertas di buku cerita,
Trotoar sunyi Cikini.

#30HariMenulis

#MengisiPSBB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *