Mamam Asyik Bersama CERELAC, MPASI Pokok Bervitamin dan Mineral

Berbicara tentang makan, terutama makan pada anak pasti tidak terlepas mengenai sekelumit masalah yang dihadapi di dalamnya. Tak terkecuali saya. Beruntung, saya memiliki anak yang memang tidak terlalu picky eater, walau ya namanya anak-anak, kadang makanan diemut, kadang ga mau makan sama sekali.

Kiko memulai makan pertamanya mengikuti kaidah WHO, yaitu pada usia 6 bulan. Masih ingat banget deh gimana deg-degannya menghadapi hari-hari awal anak makan. Takut disembur, takut sama sekali ga dimakan. Nah, berbekal pengalaman teman dan hasil baca-baca mengenai ilmu psikologi, banyak cara yang harus ditanamkan anak agar terbentuk kebiasaan baik mengenai makan ini.

 

Ok,

mari telaah yuk mengenai ini:

Pada dasarnya, makan memang sebuah aktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Tapi bagi anak, lebih dari itu. Makan adalah momen di mana anak dan ibu untuk saling menguatkan bonding. Sehingga, hal paling penting yang harus dibangun adalah suasana makan yang menyenangkan.

Tujuan akhirnya?
Agar anak mau makan dengan sendirinya, dan ia tidak trauma dengan makanan. Karena banyak lho anak-anak yang justru karena orangtua memaksa anak untuk makan, berakhir dengan anak ketakutan setiap masuk jam makan, yang ujungnya anak bisa kekurangan nutrisi.

 

Nah,
saya mengakalinya dengan membuat jam makan Kiko menyenangkan dengan berbagai cara:
1. Waktu makan tidak berdekatan dengan jam tidur anak, jadi ketika diberi makan anak dalam kondisi segar

  1. Membuat suara atau bernyanyi ketika menyuapi anak, atau melakukan aktivitas bersama yang menyenangkan seperti saling suap menyuap. Menyebutkan nama sayur, hingga bercerita tentang berbagai hal. Komunikasi 2 arah antar ibu dan anak, membangun kepercayaan anak dan meningkatkan mood anak.
  2. Usahakan untuk menyuapinya langsung, karena bagi anak, Ibu adalah segalanya, maka luangkan waktu untuk menemaninya makan
  3. Bila di luar jam makan, anak menunjukkan tanda-tanda lapar, Ibu juga diupayakan untuk luwes dengan segala kondisinya. Tidak apa-apa kok sesekali makan di luar jam makan yang telah ditentukan.
  4. Bila anak berpotensi susah makan dan pemilih, maka alternatif menyiapkan beragam tekstur dan rasa juga bisa diaplikasikan. Sehingga bila anak menolak, Ibu memiliki cadangan makanan yang bisa diberikan.

 

Untuk pemberian jenis makanan, bisa disesuaikan dengan kesiapan anak menerima makanan padat pertamanya. Selain MPASI buatan sendiri, aku juga memberikan MPASI yang dalam kemasan. Setelah mencari tahu lebih dalam tentang MPASI kemasan, Kiko akhirnya saya berikan CERELAC karena Nestlé telah lama berkontribusi dalam produk bernutrisi di Indonesia dan dunia. Selain itu, Nestlé CERELAC kandungan nutrisinya disesuaikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak yang mungkin belum tercukupi dari konsumsi ASI dan MPASI rumahan saja. CERELAC dibuat dari bahan alam yang dikeringkan, proses pembuatannya juga melalui pengujian dan standar tinggi yang membuat CERELAC aman dan pastinya kualitasnya terjaga untuk bayi. 

 

Mungkin di atas hanya sedikit dari cara-cara yang saya terapkan ke Kiko untuk membantunya menyenangi aktivitas makan, agar pertumbuhannya optimal. Kalau Moms di sini, ada tips lain ga?

 

#Tenangajabunda
#CERELACmamamyuk

#mpasi
#mpasi6bulan

Untuk informasi mengenai pemberian makan anak dan CERELAC yang padat nutrisi, aman higienis, dan dengan bahan terpilih, bisa kunjungi website:

www.mamamyuk.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *