Secangkir Kopi Panas Untuk Dinginnya Hari

Pagi yang sempurna itu, buat saya, terkadang bukan tentang suami yang masih tertidur dan tiada kegiatan, atau suara gemerincing lego yang sudah dimainkan anak saya sedari subuh. Pagi sempurna juga bukan tentang ritual kamar mandi yang lancar,

atau tentang matahari yang bersinar sehingga kita tidak perlu menyimpan sepatu satin kesayangan.

Pagi yang sempurna terbentuk dari sesapan demi sesapan kopi dan aromanya yang mulai menjalar ke sudut ruangan. Abaikan kopi yang disesap, karena sejatinya kopi akan tetap kopi bagaimanapun pengolahannya, bagaimanapun penyajiannya. Digunting, digiling atau dengan mesin Nescafe Dolce Gusto seri terbaru, Nescafe Dolce Gusto Lumio.

Pagi ini, berbeda dari biasanya, jika biasanya Jumat diisi dengan hiruk pikuk saya yang harus praktik dan Bapak Juno yang dari gelap sudah berangkat ke RSCM, tapi Jumat ini kami sudah berkumpul di ruang keluarga, bercengkrama tentang beberapa peruntungan di tahun anjing tanah.

Kami bukan terlahir dari keluarga chinese, walau saya berdarah Palembang, tapi saya lebih merasa orang indonesia. Saya pun menikahi laki-laki Jawa, dan lengkaplah darah anak saya. Orang Indonesia.

Begitupun dengan kopi, seperti ragaman suku di Indonesia, beberapa hal begitu menyenangkan ketika dicampur. Hitam pekat kopi, dengan manis gula. Pahit kopi dengan lembut susu.

Kami tidak memiliki referensi tertentu tentang kopi favorit, panas ataupun dingin. Tapi kami percaya,  bahwa kopi hanya ada 2: Enak dan enak sekali. Begitupun kopi yang keluar dari mesin kopi kesayangan kami, Nescafe Dolce Gusto Lumio. Mesin terbaru Nescafe Dolce Gusto ini, memiliki bodi yang compact dengan teknologi yang lebih canggih sehingga dapat menghasilkan kopi enak hanya dalam hitungan detik. Fitur Eco Mode-nya dapat secara otomatis menon-aktifkan mesin jika sudah tidak digunakan lebih dari 1 menit.

Cappucinno, gabungan romantis antara kopi dan susu. Hanya terdiri dari 2 kapsul praktis, dan 1 sentuhan tangan, dan datanglah kopi nikmat di atas meja kami.

Sesederhana itu membuat minuman nikmat, dan sesederhana itu pula obrolan antar kami cair dan seakan tidak ada topik yang luput kami bahas.

Panas, hangat.
Untuk hari yang panas, atau dingin.

Begitu pula kami menikmati kopi.
Saya suka kopi dingin, Bapak Negara suka kopi panas.
Tapi semua bertemu di 1 meja kecil berantakan, berisi kertas-kertas tugas dan mainan anak. Berisi ide-ide dan obrolan mengenai masa depan.

Secangkir kopi, untuk memulai tahun Anjing Tanah.

Sudahkah Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *