Menghargai Keputusan Seseorang Semudah Itu, Seharusnya

Kalian pernah memiliki kenalan yang mungkin, hidupnya sepahit itu sehingga setiap kita sharing keputusan maupun rencana dalam hidup ia akan selalu menanggapi dengan pernyataan negatif?

x: “eh gua mau pesen baju di ___”
y: “Jelek ah modelnya di sana..”

padahal ini perkara selera

x: “Gua mau coba staycation di hotel di sana..”
y: “Ga gimana bagus. Harganya aja mahal.”

padahal ya yang keluar duit, juga kita..

x: “Maret gua rencana ke Bangkok.”
y: “Duh, di sana tuh ya, trafficnya gila banget. Motor seliweran ga karuan.”

Lagi-lagi, yang bayarin juga bukan dia.

x: “Gua mau sekolah lagi. Bukan buat karir emang, tapi buat ego gua aja.”
y: “Duh, ngabisin waktu ga sih?”

otak yang dipake otak kita, waktu yang kebuang juga waktu kita

x: “Gua mau ikut catering diet..”
y: “Ribetttt.. Aduh katering diet itu ribet banget.”

Perut juga, perut kita.

 

Familiar?
Atau malah, secara tidak sadar kita sendiri juga memperlakukan orang seperti itu? Mudah menanggapi rencana dan pilihan seseorang dengah hal negatifnya?

Terlepas dari niatnya yang memang memberikan tanggapan dan anggapan jujur mengenai hal yang kita maksud, tapi buat saya, hal terbaik yang bisa diberikan lawan bicara adalah tanggapan yang baik untuk hal netral, apalagi untuk hal baik, dan bukan sebaliknya.

Pengalaman pribadi mengenai hal-hal yang berkaitan bisa disampaikan sebagai bentuk sharing yang tidak perlu menjatuhkan sebuah pilihan. Terlihat simpel, tapi sering terlupakan bagi kita yang terbiasa dengan blak-blakan juga kejujuran.

Berlindung di balik “Mending jujur daripada┬áfake.

Wah,
Ada yang terlupa bahwa jujur tidak selalu identik dengan kepalsuan, bahwa menghargai pilihan, sekontra apapun dengan yang kita ambil, tetap bukan sebuah kepalsuan melainkan pengendalian diri untuk menjadi manusia yang nyaman untuk diajak bercerita.

x: “Bebbbb, aku mau nikah deh kayaknya tahun depan.”
y: “waw, nice to hear that thing coming out from your mouth, Beb.. Tapi diingat ya, beberapa kali laki lo kasar, jadi kalau mau maju lebih jauh, pastikan lo paham apa yang akan terjadi ke depan ya..”

 

x: “Gua tahun depan mau traveling ke Eropa, sendirian, dan sesuai impian gua, gua akan pergi ke Paris dan Italia.”
y: “Greaaattt! Akhirnya lo bisa raih mimpi lo. Oya btw, Paris dan Italia itu rawan kejahatan ya, apalagi untuk solo traveler perempuan. Hati-hati ya di sana, atau kalau mau ganti destinasi banyak yang lebih cantik.”

 

x: “Gua mau coba makan di resto yang hits itu deh. Kayaknya enak makanannya.”
y: “Tempatnya bagusssss.. tapi makanannya biasa aja, kalau lo cari suasana dan mau foto-foto, bagus kok.”

 

 

Membuat nyaman lawan bicara, ternyata semudah itu.

dan

membuat risih lawan bicara juga ternyata semudah itu.

 

 

semoga kita selalu dihindari dari masuk ke golongan orang-orang yang malas diajak diskusi karena selalu menyanggah pernyataan tanpa melihat konteks keseluruhan.

One thought on “Menghargai Keputusan Seseorang Semudah Itu, Seharusnya

  1. Yep, ada juga yang kalau kita sharing habis beli apa jawabnya “dih mahal amat apa gak lebih baik uangnya buat sedekah kan lebih manfaat daripada beli gituan manfaatnya untuk sendiri doang” padahal kan yang beli mungkin udah sedekah cuma gak bilang-bilang aja ­čÖé

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *