Cerita #LowCarbDiet dan #LGLinear

Jadi, bagi yang follow Instagram saya, mungkin paham kalau sudah sebulan terakhir saya menerapkan Low Carb Diet, alias hanya makan makanan yang rendah karbohidrat. Cara paling pertama yang saya lakukan adalah saya memilih untuk tidak makan nasi di keseharian saya.

Berat?
Tentu.
Karena untuk urusan makan, saya itu luar biasa liar dengan nasi. Bahkan bisa dibilang, porsi saya itu porsi laki-laki. Iya, sebanyak itu. Udahlah makannya banyak, beberapa bulan lalu saya diberi kesempatan untuk mengunjungi kota Xiamen di China dengan menu utama nasi. Negara dingin, tidak olahraga, minum manis setiap hari.

Pulang dari sana?
Berat badan naik hampir 4 kilogram. Panik? TENTUUUUUU.

Jadi, ini rancangan pola atur makan saya:
1. Makan pagi buah-buahan potong, atau kalau malas, dijus. Biasanya campuran buah naga dan nanas. Btw, jus timun dan wortel enak lho. Pastikan buah yang kamu pilih yang kalorinya kecil ya, dan kalau bisa low carb juga. Buah-buahan yang mengandung karbohidrat kaya pisang, hindari dulu.

2. Makan siang masak sendiri di rumah dengan stok bahan makanan segar yang saya beli di hari Minggu (makanya saya butuhhh banget kulkas yang bagus untuk kesegaran bahan makanan saya). Biasanya menunya berkisar antara ikan segar, sayur mayur dan dada ayam, juga telur.

3. Makan malam kurang lebih sama dengan makan siang, tapi apabila saya tidak terlalu lapar saya hanya menenggak yogurt dingin atau kembali makan buah

4. Bumbu dapur tidak memakai garam, digantikan dengan merica bubuk dan bawang putih bubuk

5. Olahraga 5x seminggu, selang seling antara gym dan boxing

6. Tidak minum minuman manis, apalagi minuman kemasan

7. Rajin-rajin cek kalori, cuma modal google kok. Tinggal ketika “kalori __jenis makanan__” langsung keluar, kalau kalorinya gede banget, lebih baik kamu hindari dan ganti dengan makanan yang lebih kecil kalorinya

8. Hindari dulu bukan hanya makanan pokok seperti nasi, tapi segala macam jenis tepung. Jadi ya, say bye deh ma mie, roti, goreng tepung. Karena bagaimanapun itu semua kan kandungannya karbohidrat dan biasanya, kalorinya gede banget.

9. Kalau lagi makan di luar rumah, pilih menu “grill” udah paling aman. Jangan merepotkan teman nongkrong kalian hanya kalian lagi atur makan, sesuaikan aja. Kalau memang mentok banget, yaudah makan aja. Sesekali ga akan bikin nambah berat badan kok.

10. Cheat day? Ga usah. Bukan tidak menyarankan, tapi.. kata “cheat” itu bikin berat. Lebih baik bebaskan saja, yang penting diatur. 1 slice cake won’t hurt. Kalau kebanyakan? if it’s good, then, it’s worth it.

 

Hasil, taraaa:

 

Nah, dengan perubahan gaya hidup itu, artinya saya juga harus menyiapkan segala kebutuhan di rumah, part paling penting adalah mengenai tempat penyimpanan bahan makanan segar yang saya beli setiap hari Minggu. Untuk ini, saya percayakan pada LG Linear Top Freezer, sebuah lemari es dengan teknologi baru yang memungkinkan suhu stabil karena teknologi Internal Constant Temperatur Control. Feature ini untuk memastikan walau suhu fluktuatif tapi akan tetap berada di kisaran O.5 derajat celcius. Bahan makanan aman, dan segar lebih lama.

 

Lalu,
Ada Linear Cooling, sistem yang menjadi alasan kenapa sayur dan buah bisa bertahan lebih lama. Ditambah feature Door Cooling yang memberikan suhu yang sama di semua tempat bahkan di sudut lemari es sekalipun. Karena teknologi ini, bahan makanan jadi lebih cepat dingin dan kesegarannya terjaga.

Jangan takut tentang kompartemen, udah pasti luas. Ikan dan dagingku muat semua di sana, dan tidak cepat busuk karena ada feature moist balance crisper untuk menjaga kelembapan optimal dan fresh 0 zone untuk menjaga kesegaran ikan dan daging dalam waktu lama.

Sederhana tapi simpel sih ya,

hanya butuh ketelatenan dan konsistensi juga lemari es yang mumpuni jadi deh berat badanku juga ikutan membaik. Byeeeeeee lemak bandel, yok kita terusin perjuangan kita, tetap dong dengan lemari es LG Linear!

LAFFF!

2 thoughts on “Cerita #LowCarbDiet dan #LGLinear

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *