Anak Diare? Jangan Panik

Berbicara tentang diare adalah berbicara tentang pengalaman kurang menyenangkan saya sekitar 2 tahun lalu. Waktu itu, kondisinya saya harus bekerja di Cilegon, dan pada beberapa kesempatan seperti jaga malam saya terpaksa membawa Kak Kiko ke sana.

Kondisi Cilegon sedikit berbeda dengan Jakarta, di sana lingkungannya lebih berdebu dan berantakan. Kualitas air juga kurang bersih dan cenderung berbau asin. Mungkin, karena faktor anak saya yang masih berusia 6 bulan sehingga daya tahan tubuhnya belum terlalu kuat, atau memang ya lagi apes aja, ketika pulang dari sana, anak saya demam tinggi.

Tidak berhenti sampai di situ, demam berlanjut cukup lama dan disertai oleh buang air besar yang sering. Awalnya saya belum terlalu panik ketika kak kiko mencret, tapi ketika frekuensi BAB sudah lebih dari 6x sehari, saya baru sedikit panik. Cuma ketika itu, saya dan Pak Juno belum mau membawa Kak Kiko ke RS.

Ketika malam, frekuensi BAB semakin sering, maka saya memutuskan untuk membawa Kak Kiko ke UGD terdekat. Tidak hanya mencret, tapi di pupnya juga ada darah. Khas gastroenteritis akut alias diare. Kak Kiko disarankan untuk rawat inap dan terapi cairan juga antibiotik. Saya manut dan pasrah.

Kak Kiko dirawat selama 3 hari, dengan terapi cairan juga antibiotik. Pengalaman yang cukup traumatis untuk saya dan suami tentu, karena melihat anak menderita karena sakit itu menyakitkan. Sedih rasanya.


Jadi apa yang harus dilakukan saat diare?

  1. Pantau frekuensi buang air besar, jangan lebih dari 6x sehari. Ketika sudak lebih dari 6x, maka lebih baik ada intervensi medis
  2. Berikan cairan yang banyak, jika memungkinkan, cairan yang masuk lebih banyak dari yang keluar. Jadi anak tidak dehidrasi

Tanda dehidrasi ini penting untuk diketahui karena merupakan tanda darurat bagi anak yang sedang diare. Tanda dehidrasi meliputi mulut yang kering, anak yang menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, turgor kulit menurun, frekuensi buang air kecil yang menurun, ubun-ubun cekung, mata yang celong dan anak lemas. Bila ada tanda dehidrasi, maka orang tua wajib membawa anak untuk mendapatkan pertolongan segera ya.

Jangan panik akan risiko diare, kita bisa melakukan banyak hal untuk mencegahnya, yang terpenting adalah kebersihan. Kuman diare biasa masuk lewat mulut, dan datang dari lingkungan yang tidak bersih. Jadi pastikan alat makan bersih, sendok garpu, bahan makanan hingga lantai juga bersih.

Sederhana bukan?
Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan untuk mewujudkan #IndonesiaMerdekaDiare

 

Oya, sila buka tautan ini untuk informasi dan ssstt ada lomba menarik:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *