Fala, dan Self Reward Berupa Docmart

Dari zaman SMA, saya bermimpi punya sepatu Dr. Martens, original pastinya. Tapi karena memang sepatu itu cukup mahal bagi saya, jadi biarlah cuma jadi mimpi saja.

Bertahun-tahun cuma bisa mimpi “pengen ah beli docmart kapan-kapan ya….”,

 

sampai akhirnya Docmart pertama saya terbeli tahun 2013, di Orchard Singapore. Hadiah pernikahan dari suami saya sendiri, belinya pakai sisihan uang angpao pernikahan. Sepasang Docmart berwarna ungu tua, 8 holes.

Seperti impian saya…

Setelah model itu terbeli, maka saya jadi menginginkan model lain, lebih tepatnya menetapkan mimpi memiliki sepatu Docmart yang lain. 3 holes, adriana, dan pandora. Juga sekelebat mimpi punya Docmart ukuran anak, untuk si kecil kelak (saat itu saya belum memiliki anak).

Sepatu-sepatu tersebut menghantui, membayang-bayang di kepala, seperti tujuan dan hal yang harus diselesaikan. Saya menetapkan mereka sebagai “tujuan” atau mungkin katakanlah ‘self reward’. Setelah pembelian pertama Docmart 8 holes di Singapura itu, saya mulai masuk dunia kerja dan mulai memiliki pendapatan sendiri, suami saya mulai masuk sekolah residen. Praktis kegiatan keluarga kami banyak yang saya ambil alih, konsekuensinya pendapatan saya adalah untuk kestabilan roda ekonomi. Jadi yang harus diutamakan adalah masalah tagihan seperti tagihan telepon, internet, listrik, air, lingkungan;

lalu urusan kewajiban, seperti vaksinasi, kebutuhan hidup sehari-hari, biaya sekolah anak, biaya hiburan seperti ke mall, salon untuk potong rambut, dan lain-lain.

Lalu urusan tabungan.

Setelah tagihan, kewajiban dan tabungan terpenuhi maka di situlah sisihan uang untuk self reward ada. Apapun bentuknya,

bagi saya, itu Docmart.

..

Docmart kedua saya dibeli sekitar tahun 2014, alhamdulillah kado dari suami. Makanya saya selalu berpesan untuk bersamalah dengan orang yang mengerti mana mimpimu dan berusaha mewujudkannya satu persatu. Lalu Docmart ketiga, tahun 2015, Adriana loafer yang saya beli dengan uang saya sendiri.

Lalu ketika Kiko ada, maka Docmart berikutnya adalah buat dia. Sepasang Docmart anak-anak berwarna merah.

dan…

 

sampailah ke Docmart terakhir saya, di tahun 2017. Pandora.

 

 

Lalu sialannya, sekarang saya merasa hampa karena merasa tidak memiliki tujuan. Bayangan yang dulu kerap memecut diri dan bikin senyum-senyum bahagia berangan untuk membelinya selesai. Lalu di sinilah insight untuk menulis post ini muncul,

betapa pentingnya menetapkan mimpi untuk hal-hal sederhana, betapa pentingnya menetapkan tujuan dari sisihan keringat yang dilakukan sehari-hari.

Saya percaya,

di setiap lelah pulang kerja ada hak uang untuk kamu sendiri, untuk kamu nikmati dan membuat perjalanan menjadi lebih berarti. Tidak perlu barang mewah, tidak perlu menetapkan standar tinggi keliling eropa;

cukup barang yang membuat kamu bahagia,
yang ketika membayangkannya mampu membuat kamu senyum-senyum lalu kembali semangat kerja,
Kembali memiliki tenaga mencari rezeki lebih untuk menyisihkannya demi tujuanmu itu.

 

Jadi, yang harus saya pikirkan selanjutnya adalah menetapkan tujuan kecil lagi, yang jujur sampai sekarang saya belom bisa pikirkan apa.. :)) clue: collectible, timeless, not toooooo expensive.

 

Jadi, apa self reward kamu?

5 thoughts on “Fala, dan Self Reward Berupa Docmart

  1. Kujuga setiap bulan pasti harus ada self reward, teh. Dan bulan ini self rewardku seharian di salon! Mungkin ini ga seberapa, tapi bener-bener bikin aku fresh lagi pas mau ke kantor.
    Buat bulan depan sih udah ada rencana mau beli palette yang agak pricey hihi.
    Menurutku self reward emang harus selalu ada setiap bulannya. Masa kita kerja pagi sampe sore tapi uangnya cuma buat bayar tagihan sama kebutuhan sehari-hari. Mana bisa happy kerjanya.
    Bagiku ga harus barang mahal untuk jadi self reward. Kadang aku cuma beli coklat atau makanan yang menurutku pantas buat aku happy karna aku udah kerja sebulan penuh.

  2. sama banget ma aku, fal. tiap paper aku dipublished d jurnal internasional yg pny IF lumayan, aku selalu pny ssuatu utk self reward. paper pertama-ketiga kebeli deh tas sedikit branded, pas pny anak rewardku turun jadi lanyard sedikit branded. *kebutuhan utk anak membayangiku. huahahaha… emg penting banget si reward itu. utk kepuasan n cerita k anak ntar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *