Kurangi Konsumsi Gula? Mungkin Banget..

Kurangi Konsumsi Gula? Mungkin Banget, Kok..

 

 

Desember lalu, karena banyak banget urusan yang harus diselesaikan yang lumayan menyita waktu, saya jadi toleransi maksimal sama yang namanya olahraga. Seminggu sekali aja udah bagus banget, kacau banget lah pokoknya. Kondisi diperparah dengan saya yang juga jadi tidak menjaga asupan makan, kasarnya, semua-mua dihajar ga pikir panjang.

 

Sebelumnya, selain olahraga, saya sebisa mungkin menjaga asupan makan dan diimbangi dengan olahraga yang kebetulan, bisa dibilang agak gila intensitasnya. Di fase itu, mungkin karena aku stress banget dengan beberapa hal, aku jadi craving minuman manis. Gawat bangetlah pokoknya, minuman yang dulu aku hindari, justru aku bisa tiap hari minum

 

Sebut saja..

Minuman kemasan,

Smoothies,

Green tea blended,

 

belom kalau lagi craving makanan yang ga kalah manis bertabur gula..

 

Pancake coklat,

crepes nutella,

pisang caramel.

 

G A W A T.

 

Akhir Desember, hanya dalam jangka waktu 1 bulan, berat saya melambung 3 kilogram lebih. *pingsan aja boleh ga nih PA HAJII?*

 

 

Tentang Gula,

 

Ternyata, yang berkontribusi dalam kenaikan berat badan saya itu adalah konsumsi berlebihan gula dalam satu harinya. Padahal menurut rekomendasi Menteri Kesehatan, konsumsi gula dalam sehari hanya 5o gram atau setara dengan 4 sendok makan. Itu bukan hanya tentang minuman lho, tapi juga harus dipikirkan gula dalam makanan yang agak susah ditakar.

 

Lah, minum teh manis sekali aja udah 2 sendok makan. Gimana ga badan melar? *cryy*

 

Itu rekomendasi menteri kesehatan,

kalau rekomendasi WHO malah hanya menyarankan konsumsi gula 25 gram sehari, atau setara dengan 2 sendok gula. Makin sedikit aja ya kan.

 

Lalu, apa efeknya kalau gula berlebih?
Cadangannya akan disimpan dalam bentuk lemak, nah lemak-lemak itu yang akan nempel di paha, pipi, perut, lengan. Kan, jadi ga cantik ya..

Itu cuma dari gula,

ternyata sebegitu ngaruhnya gula dalam kesehatan.

 

Itu baru dari segi berat badan,

mari bicara penyakit yang ditimbulkan dari konsumsi gula berlebih. Ada obesitas yang bisa merembet ke mana-mana seperti tekanan darah tinggi dan penyakit sistemik lainnya, dan yang menjadi momok menakutkan adalah ancaman penyakit diabetes di masa mendatang.

 

..

 

So,

gimana cara aku menjaga asupan gula?

 

Kurangi minuman manis,

dulu aku ga bisa banget minum teh yang tidak manis, tapi perlahan aku bisa ganti kebiasaan dengan teh tawar yang selain lebih sehat, juga memiliki nilai kalori yang jauh lebih kecil.

 

Lalu, mengurangi minum kopi dengan tambahan susu maupun gula. Cukup kopi hitam saja, pahit,

 

tapi kan hidup sudah manis.

 

Hehe..

 

 

 

Jadi, apa rencana kalian dalam mengurangi konsumsi gula? Sharing yuk.

 

 

#TanyaGula #NgobrolGula

12 thoughts on “Kurangi Konsumsi Gula? Mungkin Banget..

  1. Hi, Bubeks.
    Ini aku banget nih!
    Jadi Akhir Februari kemarin aku sidang tesis, lalu awal Maret mulai kerja. Sejak itu, udah ga ada lagi tuh lari pagi kayak pas campus life. Terus jadi sering minum manis (teh manis, kopi, Milo) yang selama kuliah ku hindari banget. Hasilnya? Minggu lalu ku timbang naik 7 kg doooong! Ini sebulan lho. Setahun lagi apa kabarnya kalau pola makan ngga dijaga?

    Akhirnya ya setelah nimbang itu, mulai lah ngurangin minuman manis, perbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayur. Pengen lari pagi juga sih tapi belum keturutan.

  2. Setahun yang lalu badan gua kecil banget lemas tak berdaya, sekarang tetiba naik 10 kilo. Sadar banget semua ini karena konsumsi gula dan temen-temennya yang bikin lemak nemplok disana-sini. Dulu pengin banget bisa segede ini, tapi sekarang malah pengin kurus lagi. Karena gedenya ini bukan karena masa otot, melainkan lemak.

    Kalo kopi, untungnya nggak suka yang pake susu dan yang manis banget. Karena, ya, hidup, udah, manis.

  3. Wahh.. Kalau aku imbangi dgn selalu konsumsi air putih tiap makan apapun. Jadi aman (imo) kalau lg makan martabak atau kue2 manis, setidaknya asupan gula cuma dari makanan.

  4. Saudaraku lg coba pola mkn tanpa gula n karbo, semuanya hanya bersandar pd lemak….ktnya dbdn enak bangeet, bonusnya bdn jd langsing n sehaat

  5. bubeks, ue kerjanya di salah satu bumn perkebunan gula, dimana dapat jatah gula gratis tiap bulan.. susah juga ngontrol gula terus kalo kelan ngga makan gula juga akan berpengaruh sama gaji ue. wkwkwkwk

  6. Hai, teh. Aku co-ass yang mungkin daily life-nya ga jauh berbeda dengan nak co-ass lainnya. Dimana morning routine-nya yang ngejar follow up shubuh-shubuh tanpa sempat seduh teh hangat tawar kaya biasanya saat sekolah dan pre-klinik, jadinya hanya menyempatkan singgah di kantin RS dengan minuman kemasan yg punya kandungan gula tinggi. Ga tanggung-tanggung sehari 5 kali beli minuman kemasan dg gula tinggi juga ga jarang. Akhir-akhir ini mulai membiasakan diri hanya cukup dengan minum minuman mineral tanpa harus tergoda dengan minuman kemasan lainnya dengan gula super-super melebihi takaran yg ada di rumah. Ternyata hasilnya jauh lebih segar. Ga masalah harus minum air putih melulu all day long apapun makannya, he.. Semuanya hanya perlu dengan terbiasa. Mungkin kemaren bisa bilang “aku ga biasa kalau ga minum yg manis-manis”. Sekarang? Ga lagi.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *