Impian Sederhana Untuk Ruang Lapang

Sebutlah saya sebagai seorang yang mempunyai mimpi cukup sederhana untuk hidup di hari tua nanti,

 

saya ingin punya rumah mungil dengan halaman luas. Tapi itu cita-cita nanti, ketika saya sudah tua dan hanya tinggal berdua saja.

Impian dalam waktu dekat ini? Layak tidak ya disebut impian?
Semenjak memiliki anak, otak banyak berputar untuk menyajikan hiburan yang baik untuk anak, mengumpulkan buku-buku yang berguna, mencari tontonan edukatif, membeli mainan yang merangsang tumbuh kembangnya juga memilih tempat untuk bermain yang bisa mengasah kebutuhan motorik juga sosialisasinya.

Untuk faktor terakhir, akhirnya kami harus merelakan untuk kembali ke mall-mall yang memiliki area playground. Kenapa? Karena tempat tinggal kami tidak memiliki banyak taman. Iya, kami tinggal di kota besar Jakarta dengan mall mewah terbangun banyak di hampir setiap wilayah tapi tidak dengan taman-taman romantis bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk dewasa.

Mungkin beberapa taman di Jakarta sudah memenuhi kriteria di atas ya, saya selalu suka dengan romantisme Taman Suropati, menyenangkannya Taman Ayodhya dan teduhnya Taman Tebet. Tapi tetap di kepala saya berputar harapan akan adanya taman hijau lapang yang menyajikan permainan anak-anak yang modern hingga tradisional, saya jadi ingat ketika saya kecil; lapangan komplek seringkali digunakan untuk memainkan permainan tradisional. Fasilitas anak yang lengkap, juga tempat orang tuanya melepas lelah.

Masih tergambar jelas di frame kepala saya mengenai saya melihat anak saya berlari tanpa saya harus terlalu khawatir dia tertabrak mobil dan saya bisa duduk-duduk di rindangnya pohon sembari menikmati minuman. Atau, saya dan suami yang memutuskan menghabiskan malam dengan bergandengan tangan, duduk di sebuah area terbuka hijau lalu menatap langit malam sembari bercengkrama mengenai angan yang belum sampai.

Ah,

Kami ingin Jakarta lebih banyak lagi taman.

Karena pada dasarnya,
Manusia akan mencari apa yang sederhana, di tengah pembangunan modern yang melelahkan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *