Memiliki Anak Itu… Pilihan

29 Desember lalu, anak saya memasuki usianya yang kedua. Usia yang menurut beberapa orang;

“wah udah cocok nih punya adek..”

Saya tidak tersinggung atas perkataan dan saran-saran semacam “Kalau jaraknya deket, capenya sekalian” atau “Biar dikasih temen tuh si Kakak..” saya menanggapinya dengan biasa saja, karena memang — jauh di dalam lubuk diri, saya masih belum siap melewati lagi masa-masa hamil, menyusui dan membesarkan new born.

2 tahun menjadi Ibu, saya menyadari banyak hal tentang dunia parenting saya sendiri, hal yang akan saya lalui kembali nantinya bila suatu hari saya dan Pak Juno memutuskan untuk kembali memiliki anak.

Ketika memutuskan untuk memiliki Kak Kiko, saya dan suami memang menginginkan itu; mungkin karena naluri manusia untuk beranak atau mungkin hal lainnya; yang jelas, saya siap, begitu pula Pak Juno. Maka saat itu, kami memutuskan memiliki anak.

Ketika ia lahir, karena saya tau saya siap dan saya ingin, saya melewati masa new born anak saya dengan cukup mulus, drama tetap ada, tapi saya menjalaninya dengan cukup santai. Banyak yang saya korbankan, termasuk karir saya, tapi saya cukup bahagia akan itu.

Lagi-lagi, karena kami siap.

Lalu? Bagaimana untuk anak kedua?
Dengan tegas hari ini saya bisa bilang bahwa saya belum siap. Benar Tuhan pernah berjanji bahwa rezeki anak itu ada porsinya tersendiri, tapi memiliki anak bukan hanya sekedar rezeki materi. Saya memang seorang Ibu, oke saya seorang dokter, tapi terpenting; saya seorang perempuan yang — saat ini — masih ingin melakukan banyak hal yang belum saya selesaikan.

2017 adalah tahun untuk saya menjadi diri saya yang lain, yang bukan seorang Ibu; bukan seorang dokter yang mati-matian mengejar karir. Saya mau membangun diri saya sebagai seorang manusia, mencoba banyak hal, melihat tempat baru.

Dari segi finansial, keputusan kami ‘pindah omah’ lumayan mengganggu kestabilan tabungan saya dan Pak Juno. Kak Kiko juga akan pindah sekolah, ke sekolah yang kami anggap cocok dengan visi misi kami melihat pendidikan. Tabungan kami ada, cukup untuk kami bertiga hidup dengan layak, tapi kami tidak terlalu yakin tabungan yang ada aman bila kami memiliki anak lagi.

Dari segi usia, alhamdulillah saya masih berusia di bawah 30 tahun. Sel telur perempuan mulai melemah kualitasnya juga masih jauh, bilapun saya hamil 2-3 tahun lagi; badan saya masih dalam kondisi baik — Insya Allah.

Memiliki anak itu pilihan;

pilihan yang harus dipikirkan masak-masak, karena sebagai orang tua, memiliki anak artinya mendatangkan manusia yang tidak berdosa, tidak tau apa-apa dan tidak bersalah — masuk ke dunia yang kejam ini.

Memiliki anak itu adalah tentang menghadirkan manusia lain ke kehidupan kami, dan saya dan Pak Juno ingin, kehadiran anak memang kami tunggu sesuai dengan kondisi ideal. Dari segi waktu, dari segi biaya, dari semua segi kesiapan.

Memiliki anak itu pilihan,

Keputusan secara sadar dan dengan semua variabel kesiapan terpenuhi. Sebutlah untuk kasus kami; finansial dan waktu.

Tidak hanya berlaku untuk anak kedua saya rasa, buat saya, memiliki anak itu keputusan. Sudah dipikirkan, sudah dipersiapkan. Kedatangan manusia suci itu ditunggu, disambut dengan kesanggupan menjadi orang tua yang sepenuhnya siap.

iya,

saya menunggu waktu itu,

waktu di mana saya siap menunggu anak kedua, seperti saya menunggu Kak Kiko.

..

Selamat ulang tahun doa yang terkabul, Bramastha Nemanja Senna.

Selalu ingat, jika kamu ingin menyerah, kehadiran kamu di dunia itu adalah doa yang dijawab. Kehadiranmu itu, Ibu inginkan.

Kehadiranmu itu, pernah Ibu bawa dalam sujud; ibu lantunkan dalam doa.

8 thoughts on “Memiliki Anak Itu… Pilihan

  1. Udah ngeLOVEin tweet bu junoo,pengen nanya kenapa gak di tulis di blog aja,soal kaya gini,akhir nya di bikin blog nya jugaaa #happy

  2. Lalu bagaimana dengan anak yang dilahirkan tanpa kedua orang tuanya, misalnya di luar pernikahan, sehingga si ibu harus mengurus sendiri semua kebutuhan anaknya lahir dan batin? Belum lagi soal beban psikologis si ibu.
    Eh, ini OOT ya? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *