Yes, I let my son playing with baby walker

Baby walker sebenarnya sudah beberapa tahun ini dilarang penggunaannya, journal ilmiah yang valid dan kredibel pun mengamini hal ini. 2 argumen besar mengapa baby walker dilarang adalah..

1. Masalah keamanan
Anak yang memainkan baby walker tanpa pengamanan akan cenderung menabrak apapun yang di depannya, anak kecil juga belum mengerti arti kata bahaya. Membiarkan mereka bermain baby walker memperbesar risiko si anak untuk menabrak benda berbahaya yang kemudian melukai. Selain itu, risiko jatuh dari tangga cukup besar bila bermain di lantai 2.

2. Perkembangan motorik kasar anak menjadi terlambat
Ketika bermain baby walker, maka dia akan mendapatkan perlindungan penuh di sekelilingnya. Nah, perlindungan ini mengambil alih fungsi proteksi yang seharusnya ada di diri anak. Kasarnya gini, dengan baby walker anak kan tidak akan jatuh dan cenderung menggantungkan keseimbangan dengan alat tersebut, lama kelamaan si anak akan keenakan dan tidak mau belajar menyeimbangkan diri karena terbiasa “dijaga” oleh baby walker. Nah, siklus ini akan terus membuat kenyamanan bagi bayi, sehingga bayi malas belajar berjalan sendiri. Hasilnya adalah bayi dengan perkembangan motorik kasar anak terlambat.

ini beberapa link jurnal atau[un artikel valid mengenai bahaya baby walker yang mudah dipahami:
link pertama
link kedua
link ketiga

Lalu, kenapa saya memperbolehkan anak saya bermain dengan Baby Walker?

Saya dan suami yang seorang residen bedah tulang memutuskan membiarkan Kakak bermain dengan baby walker, sebenarnya alasan awalnya karena baby walker ini adalah pemberian Kakak kandung saya yang banyak membantu saya melewati berbagai masalah kehidupan,

kedua,
berbekal journal dan artikel yang kami baca, baby walker sebenarnya membantu bayi masalah navigasi, artinya si bayi akan terbiasa untuk menuju tempat yang ia inginkan. Melatih otaknya untuk berkorrdinasi dengan anggota gerak menuju yang ia mau. Sesimpel itu.

 

Tapi, semua bukan tanpa syarat.
Beberapa syarat mutlak saya terapkan mengenai kapan dan pantauan selama Kakak berada di baby walker..

1. Ia harus selalu dalam pengawasan dan bermain di ruang tengah rumah yang cenderung rapih dan minim barang
2. Dalam 1 hari, waktu bermain tidak lebih dari 1 jam (yang memang tidak pernah lebih juga dari 1 jam..)
3. Cara bermain adalah dengan saya yang berlari, lalu ia kejar dengan baby walkernya. Saya juga menambah kegiatan dengan cilukbaaa, seperti saya yang ngumpet di balik dinding. Memainkan rasa ingin taunya, mempertajam navigasinya.

Saya dan suami sejujurnya tidak berharap banyak akan perkembangan motorik dari permainan baby walker ini, saya hanya senang melihat ekspresi Kakak ketika mengejar saya. Ia ceria dan bahagia, tawanya tidak berhenti ketika ia mengendari benda beroda itu.

Akhirnya,
sebagai orang tua,
kami memiliki 1 kesimpulan,
selama ilmu terus menerus diperbaharui, maka implementasi di kehidupan bisa lebih luwes.


😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *