Rahim Ibu

: Bramastha


Perempuan diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang unik,
di badannya yang kecil, sempit dan gelap bisa bertumbuh seorang lagi manusia baru yang suci tanpa dosa.
Seorang anak manusia yang makan dari makanan yang dimakan perempuan itu,
yang tumbuh semakin besar dan kuat di dalam ruang sempit bernama rahim.

Rahim Ibu mungkin tak seluas dunia tempat tinggal anak manusia ini kelak,
di sana tempatnya terbatas,
saking kecilnya, rahim Ibu ikut bergoyang ketika kakimu bergerak,
mungkin anak manusia itu lelah karena terus terbungkuk.

Rahim Ibu gelap,
jelas rahim Ibu tidak seterang matahari pagi yang sinarnya masuk melalui sela jendela.
Saking gelapnya, tidak ada alat canggih yang bisa menyinari rahim Ibu,
padahal, semua Ibu ingin melihat wajah si anak manusia lebih cepat.

Rahim Ibu kadang tidak terlalu kuat,
ada masanya rahim Ibu terluka karena proses perlengkatan awal si anak manusia.
Ketika rahim Ibu terluka, si anak manusia tetap sabar di sana,
si anak manusia ini tumbuh sehat dan kuat,
dalam segala keterbatasan.

Rahim Ibu.
Tapi,
walau rahim Ibu adalah tempat sementara dan persinggahan untuk si anak manusia,
rahim Ibu adalah tempat teristimewa bagi semua Ibu,
di dalam sana terdapat benda istimewa,
hati kedua Ibu.
Hati itu berdetak selaras dengan degup Ibu.

Dalam rahim Ibu,
seorang anak manusia nyaman tertidur,
terayun-ayun,
semua Ibu percaya, si anak manusia menikmati rasanya terguncang dan terhimpit dalam rahim Ibu.

dalam rahim Ibu,
keajaiban demi keajaiban terjadi,
hingga waktu itu tiba,
ketika si anak manusia merasa siap meninggalkan singgasana ternyamannya.
Walau si anak manusia itu menangis, karena mungkin kaget dunia tidak senyaman rahim Ibu.
Tapi orang-orang di sekeliling anak manusia itu tersenyum, tertawa, merayakan hadirnya si anak manusia.

Tapi,
ada 1 manusia yang ikut menangis,
si Ibu itu sendiri.

Karena melahirkan si anak manusia itu berarti melepaskan hatinya untuk pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *