Dari Ibu dan Romo Untuk Kakak

Halo Kakak..

Bagaimana rasanya dunia? Menyenangkankah berada dalam pelukan lengan? atau lebih aman berada dalam rahim?
Kak.. Maafkan Ibu dan Romo atas semua keterbatasan yang Kakak miliki. Mungkin, kakak akan tumbuh tidak seperti anak kebanyakan, Kakak lahir dari rahim ibu yang masih menyelesaikan syarat pendidikan dan Romo yang masih sekolah spesialis. Sabar-sabarlah ya, Nak.. Tempat tidur Kakak bekas, rumah kita masih menumpang, baju-baju Kakak sebagian besar adalah kemurahan hati tante-tante Kakak yang juga menyanyangi Kakak.
Begitulah, Nak.. Menjadi anak dari orang tua seperti kami kadang menyisakan sesak, Nak.. Kami sering bersedih karena tau waktu kami untuk bermain tak bisa 24 jam. Kami juga sering galau memikirkan bagaimana menjelaskan padamu karena mainanmu tak sebagus temanmu nanti. Sewaktu kamu lahir, rasanya semua pencapaian Ibu dan Romo tak ada apa-apanya, Ibu dan Romo seperti seorang kerdil yang tak bisa apa-apa. Kamu seperkasa itu, Nak, mampu menundukkan ego kami yang sudah terlanjur tinggi. Kami sadar, kami tak bisa apa-apa, kami tak berdaya.
Tapi kami berani berjanji,
di balik setiap keterbatasan yang kami miliki, kami akan memberikan yang terbaik untuk kamu, Nak. Kami sediakan waktu di tengah semuanya, karena kamu tetaplah prioritas. Kamu adalah poros dunia Ibu dan Romo, sebuah alasan bagi Ibu untuk memikirkan kembali rencana Ibu menyusul Romo sekolah. Sebuah alasan Romo menyelesaikan resume pasien lebih cepat setiap harinya hanya untuk sempat menggendongmu sebelum kamu tertidur. Kami siap berjuang jauh lebih keras karena kami memiliki kamu, Bramastha..
..
Masih ingat rasanya ketika mata basah di atas tempat bersujud, kami memohon agar kamu dihadirkan. Masih tak bisa lupa saat Ibu berdoa jauh lebih pasrah ketika kita sama-sama berjuang melawan pendarahan. Tak mungkin, Ibu tak sayang kamu, Nakโ€ฆ
Kamu bukan hanya seorang anak, tapi kamu adalah doa yang dikabulkan. Kamu adalah jawaban dari penantian, kamu adalah alasan iman kami lebih tebal karena Tuhan kami yang Maha Ada.
Nak, jika suatu hari kamu bersedih, ingatlah selalu Ibu dan Romo yang berpelukan ketika kamu masih sangat kecil dalam rahim Ibu. Kehadiranmu kami harapkan, kehadiranmu kami rayakan, Nak.. Jadi jangan bersedih.
Nak, jika suatu hari usahamu gagal dan kamu menyerah, ingat selalu Ibu dan Romo ya, Nak, yang tak pernah menyerah meminta keajaiban. Iya, keajaiban itu adalah kamu.. Kamu adalah hal terajaib yang terjadi di hidup Ibu dan Romo, tanpa melebih-lebihkan. Suatu hari, saat kamu siap, kamu akan tau bagaimana kami pernah berjuang untuk menghadirkanmu.
..
Hai, Nak..
Maafkan Ibu dan Romo yang masih belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik. Terkadang kesabaran kami menyinggungmu, terkadang diapersmu tak benar, seringkali bajumu tak sesuai. Tapi sabar selalu ya, Nak. Bukan kamu yang belajar dari kami, tapi kami yang mendapat banyak ilmu dari hadirmu. Sabarlah menghadapi kami yang kadang sensitif, sabar pula menghadapi pertanyaan teman-temanmu mengenai kehadiran kami yang mungkin tak sesering orang tua kebanyakan.
Nak,
Ibu siap melambatkan laju karir demi kamu, demi melihatmu tumbuh. Tapi biarkan Romo terus berlari ya, Nak. Nangis saja yang kencang di depan mukanya ketika kamu mulai merasa kamu tak diperhatikan, ingatkan Romo terus menerus bahwa kamu haruslah selalu menjadi yang terutama. Tapi kamu juga harus tau, kami juga ingin kamu berdiri tegak dan bangga menunjuk pada kami ketika temanmu bertanya
“mana bapak ibumu?”
๐Ÿ™‚

17 thoughts on “Dari Ibu dan Romo Untuk Kakak

  1. Inshaallah kaka akn menjadi anak sholeh sesuai keinginan ibuk dan romonya..
    truslah berjuang menjadi ibuk dan romo yg baik teh falla Allah akn bimbing kalian menjadi ibuk dan romo yg hebat.sukses ya teh.Alfateha

  2. Ah, tulisan bernyawa. Merinding super bacanya, aku juga masih seorang anak dan bisa ngebayangin gimana perasaan kak Kiko nanti waktu udah ngerti tentang tulisan ibunya ini. Perasaan dicintai sebegitu besarnya, dan perasaan menjadi orang paling beruntung โค

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *