Hamil? Santai aja.

Banyak perempuan ketika hamil membatasi apa yang mereka gunakan, apa yang mereka konsumsi dan apa yang mereka lakukan. Ya benar memang, kehamilan adalah anugrah yang diberikan Tuhan, sudah selayaknya kita menjaga kehamilan kita dengan sebaik-baiknya. Namun, hamil bukan berarti membatasi hampir semua yang disuka dan apa yang biasa rutin dilakukan.

Selama kehamilan, aku banyak sekali mendapat komentar miring dari followers mengenai aku yang masih tetap merawat muka, masih santai aja minum secangkir kopi latte, masih mengenakan high heels, masih memakai baju ketat, masih jaga malam dan masih masih lainnya. Mungkin, sebagai dokter, pengetahuanku mengenai kehamilan memang cenderung di atas pengetahuan awam, jadi berbekal ilmu yang ku miliki aku tetap melakukan hal yang mungkin di mata awam tabu untuk dilakukan.

Aku memutuskan menolak mitos yang ramai di masyarakat, aku juga memutuskan untuk lebih merayakan tubuhku justru di saat hamil. Ku bebaskan diriku melakukan apapun yang ku suka, yang menurut keilmuan tidak berefek negatif pada janin. Ku paksa diriku beraktivitas normal, ku dorong diriku untuk tidak kalah dengan kehamilan.

Hasilnya? di H minus beberapa hari sebelum melahirkan, aku tak memiliki masalah berarti pada fisikku. Berat badanku hanya bertambah 7 kilogram dengan berat janin normal, aku hampir tak pernah merasakan nyeri pinggang dan punggung, aku masih bisa berkeliling ITC dan IKEA tanpa kendala berarti. Mukaku tetap terawat. Alhamdulillah.

Bumil emang boleh pake krim perawatan muka? … BOLEH BANGETTT,
Sebagai ibu hamil, dalam badan kita ini terjadi lonjakan-lonjakan dan ketidakstabilan hormon yang berperan penting dan langsung dari timbulnya jerawat dan minyak berlebih di muka. Ketika awal bedrest, aku tidak peduli pada muka, hasilnya muka penuh jerawat. Ketika sehat kembali, aku menjadi jauh lebih rutin merawat muka dan sekarang, walau masih ada sedikit flek coklat sisa jerawat, mukaku sudah normal kembali.

Memang benar ada beberapa produk kecantikan yang tidak disarankan dipakai ibu hamil tanpa pengawasan ahli karena ditakutkan berefek sistemik (masuk ke aliran janin). Sebagian besar produk yang tidak direkomendasikan bagi ibu hamil biasanya juga atas resep dokter, jadi bisa dikatakan, hampir semua produk yang dijual bebas di pasaran aman digunakan ibu hamil.

Selama hamil, aku memang memberhentikan semua krim dokter dan menggantinya dengan perawatan yang dapat ditemui di mana-mana, bahkan di mini market. Hasilnya? Ada kok. Walau kuncinya harus tetap sabar karena pasti efek yang terjadi tidak secepat krim muka hasil resep dokter kulit dan kecantikan.

Jika masih ragu, kunjungi store resmi merk perawatan muka kalian, semua beauty advisor dibekali oleh pengetahuan mana produk yang ramah pada ibu hamil mana yang sebaiknya distop dulu untuk sementara.

Penelitian terakhir sebenarnya menyimpulkan, semua obat topikal (krim) yang mengandung zat berbahaya bagi ibu hamil baru memiliki efek ke janin bila dioleskan di lebih dari 50% permukaan badan. Jadi, kalau cuma di daerah muka, artinya aman. Tapi, bagi yang tidak mau mengambil risiko, lebih baik ganti saja produk perawatan dokter dengan produk yang biasa dijual di pasaran.

Heii.. hamil harus tetep cantik dong! :3

High heels bahaya buat janin, bener gak? SALAH BANGET!
High heels ga berefek sama sekali untuk kehamilan. Artinya, ibu hamil bebas kalau mau pake high heels kemanapun. Tapi biasanya, secara alami, badan lebih cepat cape selama hamil. Oleh karena itu, banyak ibu hamil menghindari menggunakan high heels. bukan karena berefek pada kehamilan dan janin tapi berefek pada kenyamanan ibu itu sendiri.

Selagi hamil. hormon-hormon di tubuh kita sedang menyiapkan pinggul untuk persalinan, oleh karena itulah ibu hamil lebih mudah merasakan pegal pada pinggang dan punggung. Coba bayangkan, pada kondisi perempuan normal saja, high heels bikin pegal, bagaimana di ibu hamil. Selain itu, alasan biasanya ibu hamil menghindari memakai high heels adalah meminimaliskan risiko jatuh. Ibu hamil lebih berbahaya bila jatuh daripada perempuan tidak hamil, jadi selama yakin kuat dan hati-hati, Ibu hamil bebas memakai high heels. 😀

Ibu hamil boleh makan sushi ga? Ya boleh, tapi..
Awal hamil, aku bertanya pada dr. Budi Wiweko mengenai apakah aku boleh makan sashimi (ikan mentah) atau tidak, dan jawaban beliau adalah “boleh aja. Kamu makannya ga di pinggir jalan kan?”

Banyak ibu hamil menghindari sushi selama kehamilan karena ikan yang tidak matang, padahal selama yang kita konsumsi dari restoran besar terpercaya, aman kok. Jika masih khawatir ya hindari, kalau aku sih tetap konsumsi sashimi kok, tapi memang tidak sebanyak dulu. Pilihan sushiku juga lebih banyak jatuh ke yang sushi matang, karena aku memang lebih suka sushi matang.

Ngidam sashimi? Boleh… tapi pastikan belinya di restoran besar ya, jadi ikannya fresh. 😀


Ibu hamil ga boleh sama sekali minum soda! … ish, Gapapaa..
Selama kehamilan, diperbolehkan kok minum soda. Tapi mengapa banyak ibu hamil menghindari? Bukan karena tidak baik untuk janin, tapi soda mengandung gas yang memperparah asam lambung. Selama hamil, hormon yang bekerja mempengaruhi sekresi asam lambung, makanya ibu hamil mudah mual dan muntah. Nah, kondisi ini bisa diperparah oleh soda karena kandungan gas di dalamnya. Jadi, jika perut dalam kondisi normal, boleh aja kok konsumsi soda. FYI, aku ngidamnya Coca Cola lho… padahal selama belum hamil, aku ga pernah sama sekali suka soda. Ngg.. hehehe.

Ibu hamil boleh makan duren ga? Boleh…
Penjelasan yang sama dengan soda, duren mengandung gas yang bisa memicu asam lambung meningkat. Jika perut sedang dalam kondisi enak, duren tidak dilarang… Hajar ajaa, enak ituu.. enak.

Ibu hamil boleh konsumsi kopi? Boleh.. Tapi batasi.
Dalam kopi, terdapat kafein yang kurang baik bagi kehamilan bila dikonsumsi dalam jumlah besar dan banyak. Tapi secangkir kopi sehari untuk dinikmati bersama suami, kenapa tidak?

Ibu hamil harus makan dengan 2 porsi! Salah.
Selama hamil, aku tetap membatasi porsi yang masuk ke badan. Aku tidak ngemil banyak-banyak, aku juga tidak makan dengan porsi ganda. Semua porsi makanku normal. Hal ini membuat berat badanku tetap stabil. Perkembangan janin sudah dipegang oleh plasenta, dengan amunisi memang dari yang kita makan. tapi 1 porsi saja cukup dan tidak usah ngemil sepanjang hari, karena sisa makanan akan berubah jadi lemak di badan ibunya, bukan di janin. 😀

Keguguran disebabkan makanan yang salah! S A L A H.
Keguguran TIDAK disebabkan oleh makanan apapun. Keguguran (abortus komplit) penyebabnya beragam, tapi tidak satupun karena makanan. Umumnya, keguguran disebabkan oleh ketidakcocokan kromosom ayah dan Ibu, di mana percampuran kromosom adalah hal alami yang dialami telur dan sperma ketika bertemu dan bersatu. Penyebab berikutnya adalah darah si Ibu yang kental (lagi-lagi inipun bukan karena makanan, melainkan memang si ibu memiliki kelainan darah). Masih banyak teori mengapa keguguran bisa terjadi, tetapi tidak ada satupun yang disebabkan oleh makanan. Jadi, tutup aja itu telinga kalau ada yang bilang makanan yang kamu konsumsi memicu gugurnya janin.

dan mitos-mitos lainnya……

..
intinya, hamil itu bukan sakit, jadi tidak perlu terlalu takut. Bawa santai saja. Ibu hamil itu manusia istimewa, bayangkan kita tidak sakit, tapi setiap bulan dipantau dokter perkembangannya. Selalu ingat, bahwa semua ibu pasti memiliki nalurinya sendiri-sendiri. Hindari bila tidak yakin. Jangan dilakukan apabila bisa membuat perasaan tidak tenang.

Setiap ibu hamil itu unik dan tidak sama, jadi akupun tidak menyarankan apa-apa selain carilah yang membuat paling nyaman.. 😀

7 thoughts on “Hamil? Santai aja.

  1. Haii Teh Pala, aku boleh nanya yah. pertengaharan Januari kemaren aku dinyatakan hamil. Tapi aku hamil di Luar kandungan, dan Harus Operasi SC. Tau gak sih kak, penyebab utamanya hamil di luar kandungan itu apa? Masih menyisakan Trauma sampe saat ini :(
    MaturSuwun Teh Pal :)

  2. Terima kasih yaa buat sharingnya..

    Saya juga kehamilan kedua ini lebih santai soal makanan dan minuman.. Paling suka sama salmon sashimi jadi alhamdulillah ga perlu mantang makan ini selama hamil…

  3. Kalau mie instan kak? Soalnya aku kok kepengen banget makan mie instan padahal usia kehamilanku masih 9 minggu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *