Berjuang Untuk 2 Detak

Aku terbangun seperti biasanya, saat adzan Subuh berkumandang. Ku langkahkan kaki menuju kamar mandi dan melihat bercak kecoklatan di celana.

Saat itu, aku baru saja dinyatakan hamil oleh dokter kandungan. Kurang lebih seminggu dinyatakan hamil.
Panik, ku bangunkan suamiku, lalu pergi menuju UGD rumah sakit tempat dokterku praktik. Ternyata, dokter yang memegang kehamilanku sedang cuti umroh jadi aku dipegang sejawat beliau yang lain. Sebagai seorang dokter, aku tau aku sedang mengalami abortus imminens, suatu keadaan di mana terjadi pendarahan pada awal kehamilan namun serviks masih tertutup. Kemungkinan abortus imminens menjadi abortus complete (keluarnya janin) tidak dapat diprediksi, bisa terjadi, bisa juga tidak.
Rasanya semua kebahagiaan akan dinyatakan hamil seperti hancur, berganti semua ketakutan janinku kenapa-kenapa. Pada pemeriksaan USG terlihat pendarahan di sekeliling Kakak (aku memanggil janinku dengan Kakak), saat itu ukuran Kakak sekitar 8 mm dengan luas pendarahan lebih dari 3x lipat badan Kakak. Hari itu, aku dirawat di rumah sakit dan harus bedrest total bahkan tidak boleh sama sekali turun dari tempat tidur untuk ke kamar kecil. Bersyukur aku hanya dirawat 1 hari karena flek coklat tidak lagi keluar, aku diijinkan pulang.
Setiba di rumah, aku masih harus terus bedrest dan hanya bangun ketika ke kamar kecil. Malam dari pulang dari Rumah sakit, aku muntah, dan kembali ku dapatkan flek coklat yang kali ini lebih pekat dan sedikit bercampur darah. Dan flek bercampur darah itu ternyata tidak berhenti hingga sekitar 6 minggu setelahnya. :”(
Setiap aku bangun dari tempat tidur, flek darah lagi-lagi mengalir. Kadang sedikit, kadang cukup banyak. Jika darahnya cukup banyak, aku langsung pergi ke RS untuk cek kondisi. Beruntung, Kakak selalu dalam keadaan baik-baik saja. Jantung Kakak selalu berdetak kencang, pertumbuhannya selalu dalam keadaan baik. Dari situ aku tau, aku sedang mengandung seorang jagoan.
Ketika dijenguk Chacha, seingatku ini sudah bedrest 4 mingguan.
..
Tentang Dokter Kandunganku yang Begitu Baik
Dokter kandunganku bernama dr. Budi Wiweko, Sp.OG (k). Pertama kali bertemu dengan beliau sebelum aku dinyatakan hamil, untuk sedikit berkonsultasi mengenai fertilitas. Sosoknya hangat, ramah dan sering tersenyum. Hal lain yang membuatku tenang adalah beliau terkenal pintar (beberapa sejawat menyebut beliau jenius), beliau dinyatakan lulus dengan nilai terbaik dari department obstetri dan ginekologi. Setelahnya beliau melanjutkan pendidikan ke Jepang dan Universitas Indonesia untuk mendalami endokrin dan fertilitas. Aku percaya pada beliau.

Selama masa pendarahan, beliau adalah orang yang mampu menenangkanku. Pernah suatu hari, aku pendarahan banyak sekali, air mataku rasanya sudah kering untuk menangis, takut Kakak tidak bisa bertahan dengan pendarahan sebanyak itu. Di kursi roda yang didorong perawat, aku masuk ke ruangan beliau praktik, ku sodorkan tanganku, beliau menyambutnya dengan kencang. Ajaib, seperti sebuah transfer energi, aku bisa merasakan kekuatan baru hanya dari sebuah genggaman tangan. Beliau tak berkata apa-apa, tapi genggaman tangannya yang saat itu lebih kuat dari biasanya membuatku yakin, semua ini akan cepat berlalu. Lagi-lagi, hasil USG menyatakan Kakak dalam kondisi sehat. Setelah itu, dokter Iko (panggilan beliau) meresepkanku obat suntik bernama Lovenox dan tambahan hormon. Setiap hari, aku harus disuntik di area perut dan setiap 3 hari sekali aku suntik hormon di area bokong. Sakit? Iya. Tapi aku tau aku sedang berjuang untuk 2 detak. Ku kuatkan diriku menghadapi jarum suntik setiap hari. Seminggu sekali aku kontrol dan selalu ku dapatkan Kakak berkembang sesuai usianya. Walau aku masih terus menerus mengalami pendarahan.
bekas jarum suntik yang masih ku simpan
Dokter Iko, tanpa beliau sadari, begitu banyak memberikanku semangat dan harapan. Waktu kontrol adalah waktu di mana aku merasa tenang karena aku tau aku berada di tangan yang tepat. Dari beliau aku banyak belajar juga untuk menjadi seorang dokter yang jauh lebih baik lagi, seorang dokter yang tak hanya bisa meresepkan obat tapi memberikan sugesti baik agar si pasien mempunyai semangat untuk sembuh, percaya pada dirinya sendiri bahwa si pasien itu sendirilah yang harus yakin untuk bisa kembali ke kondisi sedia kala.
Kurang lebih 6 minggu setelahnya, Dokter Iko menyatakan pendarahanku sudah terabsorbsi sempurna. Artinya aku sudah tidak harus bedrest total lagi. Tapi kondisi pasca bedrest ternyata berat sekali. Badan terbiasa dalam kondisi tiduran, sehingga ketika kita mencoba berdiri yang terjadi adalah perasaan limbung, ingin jatuh dan sesak napas. Aku latihan berjalan sekitar 2 mingguan, itupun belum sampai ke stamina awal. Berjalan sebentar, lalu sesak napas. Beraktivitas sebentar, lalu sesak napas.
pasca bedrest, ketika Icha dan Chacha menemaniku ke Grand Indonesia untuk memulihkan kondisi. 
Perlahan kondisiku pulih, aku diperbolehkan untuk kontrol dokter 1 bulan sekali. Staminaku kembali ke kondisi asalnya dan aku bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi perasaan trauma akan pendarahan seperti tak pernah hilang. Aku selalu diliputi ketakutan setiap saat, takut akan pendarahan keluar lagi atau takut terjadi sesuatu pada Kakak. Ketakutan tersebut seakan tak bisa lepas dan terus menerus menghantui. Lagi-lagi peran Dokter Iko besar sekali, beliau selalu meyakinkanku bahwa aku akan baik-baik saja.
Dear, Dokter Iko, I owe you a life. ๐Ÿ™‚
Tentang Suami yang Selalu Ada
Masa pendarahan adalah salah satu masa terberatku, hidupku sangat bergantung pada orang lain. Sesekali keluarga dan teman datang menjenguk, tapi orang yang paling dekat denganku di kondisi tersebut adalah suamiku.
Di tengah kesibukan residennya, sesekali ia menyempatkan siang untuk pulang, menengok keadaanku, membawakan makanan yang bahkan kadang aku tak bisa makan karena masa pendarahan juga dibarengi dengan masa mual muntah. Ia sering terlihat lelah karena merawatku, tapi tak pernah ku dengar ia mengeluh akan kondisiku. Aa selalu mengingatkanku bahwa aku sedang mengandung anak kuat, anak jagoan dan ia akan selalu baik-baik saja.
Setiap pagi, sebelum berangkat ke rumah sakit, Aa menyiapkan alat suntik terlebih dahulu, menyuntikku lalu pamit pergi ke rumah sakit. Setiap ada jeda waktu cukup panjang, Aa menyempatkan pulang untuk melihatku. Sekedar menemaniku. Tak terhitung berapa kali ia menciumi perutku, “mengobrol” dengan anaknya yang juga sedang berjuang di dalam. Membacakannya ayat Al Quran atau sekedar bercerita mengenai mimpi.
Seingatku, Aa tidak pernah tidak ada. Pernah suatu hari, darah mengalir deras, Aa pulang dari rumah sakit dan membawaku ke Dokter Iko. Diangkatnya aku dari mobil menuju ruang tunggu dokter karena kondisiku tak dapat berjalan. Di ruang tunggu, ku lihat hidungnya mulai memerah dan ia menyembunyikan air matanya, di situ terlihat ia sama takutnya denganku. Tapi di satu sisi, ia harus berusaha tegar dan menguatkan kondisiku. 
Sudah ku bilang, anakku jagoan, lagi-lagi detak jantungnya kuat.
Hingga hari ini.
ketika Aa ulang tahun, aku masih harus bedrest. Jadi yaa, perayaan ya hanya seadanya saja. :”)

Oya sedikit cerita, ketika Aa ulang tahun, aku sedih sekali karena aku tak bisa memberikannya bunga. Kami terbiasa untuk merayakan hal-hal spesial dengan bunga. Lalu apa yang Aa lakukan? Ia beli sendiri bunga untuk dikasihkan ke aku, untuk kemudian diberikan lagi padanya. Agar aku tidak sedih karena hari itu aku tidak dapat membelikannya bungaโ€ฆ :”))

โ€ฆ
Hari ini, kondisiku dalam keadaan normal dan berjalan baik. Aku juga sedang menunggu waktu persalinan yang tidak lama lagi. Menulis blog ini sungguh perasaanku tidak karuan. Antara sedih, terharu, trauma. Tapi akhirnya ku putuskan untuk berbagi pengalaman yang sebelumnya sempat ku simpan rapat ini. Mungkin post ini tak bernilai informasi medis, tapi setidaknya post ini bisa dijadikan catatan pribadiku kelak untuk lebih bersyukur atas semua karunia kesehatan yang bisa dinikmati.
Jangan pernah menyerah dan selalu percaya pada Tuhan. Karena ketika semua pondasi dirasa goyah, kita selalu punya tiang kuat bernama.. Keimanan. ๐Ÿ™‚

32 thoughts on “Berjuang Untuk 2 Detak

  1. teteh alhamdulillah ya perjuangan teteh aku yakin pasti akan membawa bahagia diakhirnya. Semoga sebentar lagi kakak lahir dengan sehat walafiat dan gak kekuarangan apapun, tumbuh jadi anak yang sholeh ya teh.. yang sayang sama Ibunya karena udah memperjuangkan dia dengan perjuangan seberat ini. semangat teh, semoga lahirannya lancar dan tetehnya diberikan kekuatan dan kesehatan.

  2. biasanya cuma baca aja, tapi kali ini tergerak untuk komen. entah kenapa begitu baca ini tiba2 jadi merinding, membayangkan perjuangan seorang ibu yang gk mudah :') sehat2 selalu yaa kakak dan Ibu ๐Ÿ™‚

  3. Trimester pertama saya juga harus bedrest karena hampir tiap hari ngeflek dara, teh. Alhamdulillah sekarang usia kandungannya sudah masuk 36w. Tiap USG jadi mikir adek bayinya kuat yak, jadi saya merasa dikuatkan juga. Semoga kita semua dimudahkan persalinannya yak teh, jagoan2 kita juga jadi anak yang sempurna fisik, jiwa dan akhlaknya. Aamiin yaa Robb.

  4. "Jangan pernah menyerah dan selalu percaya pada Tuhan. Karena ketika semua pondasi dirasa goyah, kita selalu punya tiang kuat bernama.. Keimanan. :)"
    Tetes air mata haru sembari membaca postingan kali ini di blog kak fala :')
    Semangat nyata seorang ibu untuk 2 detak kehidupan. Semoga semuanya lancar dan sehat selalu utk kak Fala dan Kakak sampai hari H persalinan. Mudah-mudahan keluarga kecil Kak Fala dan Aa selalu dilingkupi kebahagiaan. Salam untuk Kakak yg sebentar lagi melihat dunia.
    Love you Kak Fala! ๐Ÿ™‚

  5. Cerita kehamilannya hampir sama seperti yang saya alami, mbak Falla. Di usia kandungan kurang dari 8 minggu, saya mengalami abortus imminens, yang Alhamdulillah masih bisa diselamatkan. Saya sampai bedrest hampir 1 bulan dan harus cuti kerja di awal kehamilan saya ini. Kehamilan saya ini yang kedua dan dari kehamilan pertama, saya didiagnosa APS, hasil check ACA saya positif. Bayi pertama saya meninggal setelah 12 jam dilahirkan, menurut dokter yang menangani waktu itu, ada kelainan sistem pernafasan di paru-paru nya, mbak. Anak pertama saya juga tidak memiliki saluran pembuangan (anus) yang sempurna. Sedih rasanya kalau ingat saat itu. Tapi, saya kembalikan lagi kepada Allah Swt yang menciptakan dan mengambil semua ciptaan Nya. Akhirnya 8 bulan setelah itu saya hamil lagi. Saya harus melewati perjalanan yang lebih berat daripada kehamilan yang pertama. Selain pendarahan selama trimester awal, hasil check ACA saya juga tetap positif, DDimer yang sampai lebih dari 1500, mual-mual, saya juga tetap harus menjalani treatment suntik heparin sehari 2x di bagian perut. Setiap hari selama 7 bulan saya jalani seperti itu. Semua saya jalani dengan ikhlas dan semangat, untuk hadirnya si dede bayi. Saya pun berdoa, semoga selalu di mudahkan dan diberi keselamatan juga kesehatan. Setiap kontrol kandungan dan kontrol darah saya melihat dan bertemu dengan banyak orang, mulai dari yg masalahnya tidak seberapa sampai ada yg lebih parah dari saya. Saya jadi semakin yakin saya tidak sendirian. Akhirnya, setelah masuk usia kandungan 37 minggu, saya harus menjalani sc karena sudah pecah ketuban dini. Alhamdulillah menunggu kurang dari 12 jam, anak saya (perempuan), lahir dengan bb 2.85kg panjang 48cm. Maha besar Allah ya, mbak. Setelah berjuang dari awal kehamilan sampai akhirnya lahir, berasa sekali bahwa Allah itu maha besar. Dari awal saya sudah panik karena pendarahan terus menerus, dan ternyata tetap harus melakukan suntik heparin setiap hari nya, Allah benar benar mengirimkan bidadari kecil ini kepada saya. Bidadari saya yang dijemput Nya beberapa waktu lalu, dikembalikan lagi dengan keadaan yang lebih baik.
    Mengutip seperti yang mbak Falla tulis "Jangan pernah menyerah dan selalu percaya pada Tuhan. Karena ketika semua pondasi dirasa goyah, kita selalu punya tiang kuat bernama, keimanan." Saya setuju dan merasakan itu, mbak.
    Maaf ya, mbak Falla, jadi ikutan curhat. Hehehe. Hanya ingin sekedar berbagi. Saya senang membaca blog mbak Falla. Banyak inspirasi yang saya bisa dapatkan di blog ini. Salam hangat untuk semua keluarga mbak Falla.

  6. Assalamualaikum, smga debay dlm perutku bisa sama kuat’y dgn kakak, skg debay dlm perutkku sedang berjuang, akupun ga mau terjadi sesuatu dgn’y akan ku pertahankan semaksimal mungkin.
    Saat ini usia kandunganku 9minggu sejak 2april 2016 hingga saat ini masih terbaring krn hrs bedrest ada flek kadang pendarahan ringan, smga mlm ini sdh jgn ada lg kluar darah, aq ga mau debay dlm perutku kenapa napa. Aku memohon pada Allah beri kehidupan dan kekuatan untuk bayi dalam kandunganku. Amin

    1. Membaca blog ini, menguatkan saya.. Di usia kehamilan 2 menuju 4 bulan ini, sy srg mengalami flek & pendarahan. Kali ini pendarahan nya lbh lama (2 hari kluar terus menerus). Sy dianjurkan bedrest di Rs tp saya benar2 takut, krn seumur hidup sy blm pernah di opname di rs, setelah membaca INI, sy jd semangat tuk ke rs. Trims bnyk teh….

  7. Hai falla, aku followers mu dari 2010.
    Aku pernah tau kalo kamu sempet bleeding parah. Karna pada saat kamu harus bedrest akupun juga bedrest tapi karna menstruasi. Skrg aku sudah menikah dan mengandung anak pertama, ternyata aku mengalami hal yang sama dengan mu, abortus imminens. Dr awal pertama kali bleeding air mata ga berenti. Dan ketakutan akan segala hal, tapi Aku percaya abis badai akan ada pelangi. Dan ternyata aku liat kiko bs tumbuh dg baik, dan sehat malah bonusnya menggemaskan. Terima kasih.. Karna dr tulisanmu aku jd percaya diri bayi ku juga akan kuat. Bismillah

  8. Luar biasa tulisannya Falla, benar2 memberi semangat. You are a strong mom! Love your last sentence, that we have faith ๐Ÿ™‚

  9. Ya ampunnn Sistaa, aku terharu bgt baca ceritamu, ampe gak tahan nahan air mata, krn aku jg sdg hamil anak pertama 3w dan dokter jg suruh bedrest krn ada flek di dlm, awalnya jg hati terasa amburadul di dlm :’) hmm … Sungguh menguatkan aku ceritamu, makasih uda berbagi ya Sista, sungguh sgt memberkati, sehat selalu utk bunda and family , salam buat sang jagoannya ๐Ÿ˜€

  10. Sangat memotivasi saya.sat ini saya masih pendarahaan .dan saya harus bedrest.. Dedek yang ada d rahim saat ini masuk 7 w. Usg sblmnya peekembangan baik baik ..di area rahim ada oendarahaan cukup banyak ,, dan hanya mukzijat Allah Swt akan mengitkan dedek yg ada dalam rahim saya. Semoga usg minggu nantu detak jantungnya normal… Mau tanya .biasanya kalian pendarahaam berapa lama?? Mohon bimbingannya. Masih hamil anak pertama

  11. Makasi bunda,pengalaman bunda kembali menguatkan saya n mempertebal keyakinan saya. Saya jg saat ini mengalami kejadian yg serupa,sdh 2 x pendarahan n juga sdh bedrest total. Semoga calon bayi sy jg sekuat kakak ya
    Mohon doanya bunda semua
    Saat ini sy hanya menunggu keajaiban dr sang pencipta kehidupan.

  12. Diantara semua artikel atau tulisan ttg flek/pendarahaan saat kehamilan,tulisan bubeks ini salah satu dr sekian banyak yg memberikan harapan bahwa pendarahaan tdk slalu berakhir keguguran..terima kasih..saya jd bisa lebih optimis..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *