Setidaknya laki-laki telah mencoba..

H-1 bulan menuju Nyonya Hadinoto ternyata lebih berat dari yang saya bayangin. Kata orang, H-1 bulan sih udah tinggal tenang, tinggal tunggu waktunya aja. TERNYATAAA jauh banget dari perkiraan ya kak. 😐

Di hari-hari ini saya diribetin sama pengisian tempat tinggal dan pengurusan undangan yang kerap kali bikin kepala sakit. Masalahnya beragam sih, mulai dari deco yang warnanya kurang sesuai hingga mahalnya harga barang peralatan rumah tangga. Semua kami laluin, kami diskusikan dan lemas berasama di Informa dan Carrefour melihat list barang yang harus dibeli.

Jangan pernah percayakan hal perempuan pada laki-laki” Kalimat ini berbekas tega, mantap dan saya amini dengan sangat. Pria diluar sana itu tidak akan bisa peka dengan keperluan segala bojret-bojret rumah tangga. Yang mereka pikirkan kan cuma apakah barang ini sesuai harga dengan kualitas atau butuh atau ingin.



…Hingga akhirnya saya menyerah. Berbekal segenap keberanian (kalau-kalau hasilnya berantakan), saya minta tolong patjar untuk membantu mengurus “urusan perempuan”, yah setidaknya dia mencoba…. :”) Berikut recapnya..

1. Kotak seserahan
Dinasihati oleh beberapa orang “Belilah kotak yang bisa dipakai lagi nantinya..” maka pergilah saya ke department store khusus perkakas rumah tangga. Ketika pergi, si patjar ga bisa ikut karena masih harus tugas di rumah sakit. Hanya sedikit memantau ditengah pemilihan lewat chat chat singkat atau sekedar perhatian jangan lupa makan. Pulanglah saya dengan membawa setumpuk kotak. Setelah memeluk dan mencium kening, ia ambil kotak-kotak itu dan dibuka di lantai. Dia buka dari plastiknya, dan mulailah merakit kotak tersebut sembari saya meluruskan kaki dan meminum teh manis dingin. Ah, setidaknya dia mencoba.. πŸ™‚
Oya, selain ini, kotak “konvensional” seserahan juga setengahnya saya beli di Stasiun Cikini. Lumayan mahal untuk ukuran kotak yang tak bisa terpakai setelahnya, tapi yasudahlah. :”D

(harga kotak seperti yang patjar rakit itu 50.000 untuk 2 kotak. Murah πŸ˜€ dan terpakai setelahnya)

2. Undangan
Dari awal, patjar saya kasih tugas untuk urus undangan. Walau ditengah sempat ada yang missed karena ternyata undangan akad nikah SALAH TANGGAL, akhirnya semua urusan undangan harus saya ambil alih. Entah membayar rasa bersalah, atau karena telah saya minta tolong baik-baik, dengan sukarela (walau muka datar plus ngantuk karena menghitung faedah kalori yang keluar dari kegiatan masukin undangan ke plastik), terduduklah dia bersama si adik Joja dan Papaps Bram. 1/3 pekerjaan kami selesaikan dalam waktu 3 jam. Hmmmmm.
Ya walau setelahnya patjar jadi super cranky, minta pijetin dan minta dielus-elus rambutnya karena kecapean, setidaknya dia sudah mencoba πŸ™‚
3. ISI TEMPAT TINGGAL
ini paling menyiksa semua energi sih. Semua harus diurus. Dari warna deco, warna dinding, warna warna lainnya. *pingsan*. Hampir 80% saya yang urus dan patjar cuma ngangguk. Mungkin sadar karena waktunya tak dapat terbagi, akhirnya patjar memberikan saya wewenang penuh untuk memilih warna semua hal yang berhubungan dengan tempat tinggal. Dan jelas pilihan saya jatuh ke warna pink sih. :))
Ini gordyn kamar. Pink. Sempat saya menelpon patjar untuk konfirmasi warna, saya bilang ke dia bahwa warna gordyn kamar kami akan “agak” pink dan abu-abu. Setelah lihat aslinya, patjar cuma bisa senyum, nelen ludah sedikit dan merengkuh kepala saya sembari mengecup kening dan berkata “Terima kasih ya udah beliin..” :”)
*walau setelahnya dia minta bikinin kopi item tanda kepalanya agak sakit*
Ini waktu patjar “sidak” calon tempat tinggal kami (yang hingga sebelum ia datang, semua hal saya yang urus). Banyak kekurangan dan tidak sreg di hati, si patjar mulai menulis apa-apa saja yang harus diubah, dikuatkan atau dipindahtempatkan. 3 jam dihabiskan dalam ruangan ini mendengarnya menempatkan instruksi mengenai perabotan. Saya? Karena merasa sudah bekerja, sesekali saya mengunyah rempeyek dan menyeruput teh botol dingin yang saya genggam sembari sesekali menimpali maunya dia. Setelahnya? Patjar tidur seharian, kecapean. Yah, setidaknya dia sudah mencoba πŸ™‚
Sempat menghilang ditengah kerumunan Informa, disaat saya sibuk mencari hal yang harus dibeli untuk kebutuhan rumah. Mata saya mencari, ponsel mencoba menghubungi.. dan ternyata dia terduduk lemas di display unit. :”))))
Yah, setidaknya dia telah mencoba…..
4. Kamu..
“Aa, ini banyak banget deh barang yang harus disiapin. Bukan cuma hal besar, hal kecil juga.. Sampe keset juga kudu dibeli. Ini semua belom deh. Aaaaakkk. Mau kapan? Aaaakkkkkk.”
Misuh saya hari itu, stress dengan semua hal yang harus disiapkan. Hampir beberapa hari patjar kena semprot saya (mungkin sedang PMS). Hingga suatu hari, patjar mengirimkan sebuah line chat dengan tulisan.. “Kamu jangan mawah-mawah…” dan mengirimkan gambar…
Sebuah keset bebek. Diposekan dengan Brown. :”)) Gimana saya gak langsung berhenti misuh dan ketawa-ketawa sendiri? :”))))
*walau saya harus tetap membeli keset sih karena siapa coba yang tega injek keset seperti itu?*
Yah, tapi..
setidaknya dia telah mencoba…..
PS,
I smurf you, A..
— kurang dari 25 hari lagi menjadi Nyonya Hadinoto

12 thoughts on “Setidaknya laki-laki telah mencoba..

  1. sweet banget teteh :')
    happy for you two. bahagia selalu. aamiin
    itu beli kotak seserahannya di mana teh? hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *