Lalu, sehabis ini apa

“Abis ini apa? aa… Ish. Akunya dicuekin..”
“Eh bentar, yang ini harganya segini, isinya segini.. Yang ini segini tapi segini. Oke, lebih efisien yang ini. Jadi ini aja..”
lebih dari 20x percakapan seperti itu berlangsung pada siang itu. Di hari Minggu tidak cerah tidak mendung. Kesibukan kami dimulai dari unit tempat tinggal kami yang baru selesai dirapihkan dan berencana untuk membeli segala kebutuhan tempat tinggal.
Dulu, sewaktu saya masih mengikuti program kepaniteraan di RSUD Kab Bekasi, saya tinggal mengontrak sebuah rumah. Sedikit banyak, pengalaman mengontrak rumah itu membuat saya terbiasa akan berbelanja kebutuhan harian rumah seperti sabun cuci piring, pel dan lain sebagainya. Tapi untuk patjar yang hampir tak pernah tinggal jauh dari rumah (terlebih lagi dia laki-laki) belanja perlengkapan rumah adalah hal baru untuk dirinya.
Barang yang dibawa untuk cicilan pindahan. Hal pertama yang diangkut? Koleksi CD musik dan buku-buku :))
Kebingungan patjar milih pelembab ruangan. Menghitung biaya dan mencari mana yang paling efisien. Tiap rak ya begini bentuknya, jadilah kita menghabiskan waktu 3 jam lebih di Hipermarket hanya untuk beli barang yang biasa dibeli ibu kami setiap 1 bulan sekali.

Hasil belanjaan. Semua ada. Dari tempat sampah, pembersih kamar mandi, selang gas dan semua kebutuhan lainnya. Hah.
Karena fokus pindahan pertama kami adalah buku dan CD, maka kami memutuskan untuk membeli sebuah rak ukuran cukup besar. (oya, buku dan CD semua punya patjar, yang milik saya masih tertata rapih di kamar.) :p

Patjar, lagi “mbangun” rak. :))
Yaay. Raknya udah berdiri. Isinya? CD, buku fiksi dan… buku kedokteran 😐
yeaay.
Yeah, people..
Bangun rak aja repot. Gimana mau bangun rumah tangga. 😀
….16 hari lagi  menjadi Nyonya Hadinoto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *