Bebek dan Biaya KUA 30.000 Rupiah

“Neng, Ikut Abang ke KUA yuk, Neng…”

Siapa yang sering denger punchline diatas? Atau mungkin baca di twitter mengenai jokes atau ajakan garing ke KUA. Nah, gue mau cerita pengalaman gue ke KUA untuk urus-urus perlengkapan #BebekManten2013

Banyak beredar di masyarakat bahwa Departemen dimana KUA bernaung adalah salah satu department paling korup di jagat raya Indonesia ini. Beberapa bulan lalu, di Bakoel Koffie Cikini, duduklah gue, Ajuno dan Anissa Nadzirani Thaib (Chacha). Ditemani 1 gelas teh stroberi yang diminum berdua (karena Chacha lagi diet menuju pernikahan) dan 1 gelas kopi item yang paitnya amit-amit punya Ajuno ngobrollah kita mengenai Chacha yang abis ke KUA.

Ampun deh Bek, ampe nyokap gue keluarin amplop putih dikibas-kibas dikit baru deh tuh berenti ngomong.. Kayak sengaja banget nungguin gitu lho, Bek…”

Gue dan patjar saat itu mendengarkan dengan lumayan khidmat, belom terpikir sama kita berdua bakal ngurus hal begituan dalam waktu dekat (Ya you know kan, Tuhan Maha Keren.. sekitar 6 bulan dari perbincangan itu, giliran gue yang nyusul ke KUA).

Ternyata, setelah berbagi cerita dengan Chacha, gue baru tau kalau biaya pengurusan surat nikah di KUA itu “beragam”, rangenya dari 1 juta – 1,5 juta rupiah udah termasuk bayar penghulu nanti di saat akad nikah. Jadi rinciannya adalah, “selipan” pertama saat pengurusan berkas, dan “selipan” kedua (gue sih bisa menyebutnya dengan “uang terima kasih” atau “pemberian”) saat akad nikah diberikan ke penghulu. Ya terserah deh pembagiaannya gimana, yang jelas hampir semua orang yang ngurus KUA semua bilangnya pada begitu.

Gue ma Ajuno manggut-manggut aja, sambil sedikit mengutuk tentang habit yang terjadi bahkan di departemen yang mengatasnamakan Tuhan.

Diperjalanan pulang dari Bakoel Koffie gue sempet ngomong ke patjar, “Nanti kalau kita urus KUA aku mau kerjain ah, terusin aja ngoceh.”, afirmasi aja dulu; kalau kesampean bener ke KUA ya alhamdulillah..

….

KUA Jakarta Timur.
Berbekal semua berkas dalam map biru, di siang yang super terik; pergilah gue ke KUA barengan ma patjar. Sebelum turun dari mobil, gue sih udah nyiapin amplop berisi beberapa lembar uang rupiah yang nantinya bakal gue kasih untuk “mempermudah” syarat pengurusan dokumen pernikahan.

Baru masuk ke gerbangnya, gue dihadapkan oleh gambar seperti ini.. (sayangnya lupa gue foto, tapi sama persis kok dengan gambar dari Mbah Google ini)

Sebelumnya sih gue emang sempet baca di timeline kalau biaya pengurusan surat nikah yang cuma 30.000, tapi gue baca komen orang kok pada mencibir sih. Yaaa, gue sih cuma mau mencoba membuktikan, bener gak sih kalau departemen Agama itu adalah departemen terkorup dengan berbagai uang pelicinnya. Oleh karena itu, disinilah kita…

Bebek dan Ajuno ke KUA….

Setelah ngurus berkas segala macem dan membayar biaya administrasi sebesar 30,000 , resmilah nama kami didaftarkan untuk selanjutnya diteruskan kepada penghulu bersangkutan. Setelah dilihat nama dan jadual, dapatlah penghulu kami bernama Bapak Ssss, sebut saja begitu. Perjalanan selanjutnya adalah kami harus menunggu untuk bisa bertemu langsung dengan bapak penghulu tersebut. Kata Chacha, disitu biasanya lama dan panjang, karena calon penganten akan diberikan wejangan pra nikah dan ga akan berhenti sebelom yaaa… you knowlah, lo keluarin amplop putih berisi lembaran rupiah itu.

Bapak Ssss: “Jadi… Mbak Fala dan Mas Herjuno ya… Sejak kapan kenal?”
Gue : *dalam hati* lah kepo….. *cerita seadanya*
Bapak Ssss: “Sama-sama dokter ya? Bagus ini.. Bisa melahirkan generasi penerus bangsa yang baik ini….”
Gue : *senyum*
Patjar: *manggut*
Bapak Ssss: “Mbak Fala dan Mas Herjuno.. Tau kan perasaan orang tua kalian apa melihat kalian akan segera menikah, sedih ya Mbak Fala dan Mas Herjuno… Karena; apalagi orang tua Mbak Fala; inginnya pasti mendapatkan jodoh yang baik, dan ya….. &%%^#%&^@*(&(@&*(@&(*&@”

15 menit berlalu mengenai ceramah tentang orang tua yang melepaskan anaknya ke jenjang pernikahan.
Gue : *kipas kipas* KUA gerah banget, gelak.
Patjar : *manggut-manggut* *senyum*

Bapak Ssss: “Mas Herjuno sudah bisa ijab kabul?”
Patjar : “Belom, Pak..”
Gue: *dalam hati* ya menurut ngana, kalau udah ya gue keplak palanya..
Bapak Ssss: “Yok latihan dulu yuk….” sembari mengeluarkan secarik kertas yang dicoret contoh nama dan mas kawin.
Gue: *bengong* Baru tau kalau ijab kabul ada latihannya dulu..
Patjar : “latian ijab kabul* dan…. salah. Menurut si bapak penghulu, katanya patjar kurang cepet.
Gue: *ngikik*
Patjar : *ulang ijab kabul*

Kelar latihan ijab kabul, kita diceramahin lagi masalah surga dan neraka, tentang kewajiban menafkahi, dan berbagai hal lainnya. Kalau gue sih mandangnya yang disampaikan benar, cuma karena suasana kantor KUA lagi panas banget jadi ya berasanya lamaaaa banget.

Bapak Ssss : “Rukun iman ada berapa?”
Gue: “Hah?” Bingung karena tiba-tiba ditodong rukun iman.
Patjar : “6 pak..”
Bapak Ssss: “Sebutkan coba…”
Patjar : *nyebutin*
Gue: *ngikik makin jadi*

Bapak Ssss  *&#6786*(^#&*^##*&^#&*^@&*@^&*^@*(^@
Gue : …
Patjar : ….

Bapak Ssss : *(&#*(&#*&@(*@)&@*(^#&*^@%%^$@
Gue : *bengong*

Bapak Ssss : Baik kalau gitu….
Patjar : *sigap* “Oke deh pak, kebetulan kami masih ada keperluan lain dari sini.. Jadi nanti teknis akad nikahnya gimana ya pak?
Bapak Ssss : *jelasin*
Gue : *lega*

Patjar : “Baik bapak, terima kasih banyak atas semuanya. Mohon dibantu dan dikawal kedepannya semoga lancar.”
Bapak Ssss : “Aamiin..”
Gue: “AAMIINNN…”

*pulang*

Demikianlah cerita Bebek dan KUA, dan yap, kami tidak mengeluarkan biaya apa-apa lagi selain 30,000 rupiah. Dan anggapan bahwa Departemen Agama adalah departemen paling korup dengan ini resmi saya CABUT.
Alhamdulillah.
🙂

8 thoughts on “Bebek dan Biaya KUA 30.000 Rupiah

  1. Gue sih ga tau ya, detil urusannya dulu gimana. Soalnya yg urusin ibu mertua. Hahaha… scr kami kan LDR sebelum maried. Nyiapin nikahan pun jarak jauh.

    Tapi bagus begitu lah.
    Uang pelicin dsb, rasanya kalau masyarakat kita ga membiasakan, ntar juga lama-lama hilang sendiri kok ke biasaan itu.

    Gue pun begitu. Ngurus administrasi apapun, sekarang membiasakan diri utk ga pake uang pelicin. Semua harus ada dasarnya. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *