“Oh Iya Tadi Kan Mau Review Buku Ya?” – dari Rianur

Oh Iya Tadi Kan Mau Review Buku Ya?

dari Rianur
iya, duh gimana sih, gitu aja lupa.
jadi begini sodara yang dirahmati Tuhan YME, aku baru aja khatam baca novel pertamanya Falla Adinda, anak medis yang sekarang lagi menempuh ko-ass dan sedang pacaran sama Bara (or Yama), judulnya Heart Emergency. udah dari lama sih liat buku itu di deretan novel, tapi baru seminggu lalu membawanya ke rumah (setelah bayar lunas tentunya).
over-all sih standar cerita cinta-cintaan remaja-dewasa umur 20-something, khususnya tentang LDR. jadi si Falla ini pernah punya pacar dari masih SMA – lulus kuliah – ko-ass. hubungan mereka mesti selesai soalnya si Falla udah sibuk sama kegiatan medisnya di Rumah Sakit dan si mantan pacar juga udah mulai ngerasa nggak nyaman dengan hubungan mereka yang habis dimakan rutinitas masing-masing. awalnya si Falla nggak mau lagi percaya sama yang namanya LDR, tapi toh Tuhan berkehendak lain, ternyata dia ketemu sama Yama yang ternyata sedang melakukan studi di negara orang (yaaaah, LDR lagi dong? sedih dong?). kalah oleh cinta, Falla pun memberikan hati ‘baru’nya ke Yama. at the end, mereka tetap pacaran meskipun LDR sampai sekarang.
yang bikin aku suka sama novel ini sih lebih kepada rutinitas Falla sbg dokter muda yg menjalani ko-assnya, tentang bagaimana dia harus melewati hari-harinya dengan jaga bangsal, visit besar, ketemu konsulen, cek pasien, sampai bikin surat kematian. semuanya dilakukan hampir setiap hari dengan menyeduh kopi sebagai ritual paginya. dari novel ini juga aku mulai paham kalau jadi dokter itu nggak gampang (ya siapa juga bilang gampang, Nyet?). 
“Kalau kamu berpikir menjadi dokter itu jalan menuju kejayaan, kalian salah besar! Jadi dokter itu tidak lebih dari sebuah pengorbanan dan pengalaman dalam bidang kemanusiaan. Kalau mau kaya, jangan jadi dokter, coba jadi pengusaha atau pebisnis. Kalau kalian bekerja jadi dokter hanya mengharapkan untuk cepat balik modal saat menolong pasien kalian akan berorientasi pada uang sehingga mengabaikan hal yang paling hakiki dari seorang dokter yaitu nilai kemanusiaan

Carilah uang di luar pekerjaan kalian sebagai dokter, jadikan dokter sebagai pengalaman kalian di dunia dan tabungan di akhir kelak. Jangan pernah ambil uang dari pasien. Mereka tidak pernah meminta sakit, jangan kalian beratkan lagi dengan pengobatan yang mahal. Dibayar memang menjadi hak seorang dokter, tapi jika kalian mengobati pasien hanya untuk dibayar kalian akan merasa hidup kalian hampa. Karena, tepat disitulah, nilai kemanusiaan kalian memudar.”
dua paragraf diatas kaya “DOR!” aku banget. oh gitu toh jadi dokter? ternyata hidup dokter tidak seindah apa yang dulu sempat aku cita-citakan waktu masih cebol dan ingusan.

dan tiba-tiba aku keinget sama novel Divortiarenya Ika Natassa. isinya tentang rumah tangga Alex (Banker) dan Beno (Dokter) yang harus cerai di umur yang masih..yaaaaa..muda lah ya. kenapa mereka bercerai? karena jarang komunikasi dan jarang ketemu kali ya. Alex yang kerjaannya ke luar kota buat ngecek kreditan nasabah pengennya diperhatiin dan disayang (dan mungkin di-uwuwuwuuuh gitu juga) sama si suami, NAH TAPI kan suaminya dokter tuh, jarang bisa uwuwuuuh-in Alex. tiap hari Beno pulang larut karena ngurusin pasien dan tetek bengek medis lainnya, kadang udah sampai rumah harus balik ke RS lagi, demi pasien-pasiennya. Alex mulai ngerasa nggak diperhatiin sementara Beno ngerasa nggak dihargai. Alex selalu mikir Beno lebih mentingin pasiennya keteimbang dirinya, istri Beno. tapi si Beno mikir kalau Alex yg nggak berusaha ngertiin dia, toh selama ini kerjaan dia menolong orang sakit, hal ini kan lebih urgent ketimbang kerjaan Alex yang cuma berkutat di bagian uang, uang, dan uang.
mereka sering cekcok.
dan akhirnya bercerai.
mereka sebenarnya masih saling membutuhkan satu sama lain, tapi sama-sama termakan gengsi (lebih ke Alexnya sih). bahkan saat dia berusaha move on dan pacaran sama pacal baluh (cieee) dia masih keinget sama Beno. yagimanaya, bukan anak kecil lagi sih ya, mereka sudah pernah menikah, menikah loh yaaa, menyatukan dua keluarga.
akhirnya jadi kepikiran juga, pantes selama ini dokter banyak yang menikah dengan dokter juga, mungkin karena mereka merasa nyaman dengan pasangan yang punya profesi sama, jadi mereka nggak perlu dituntut ini-itu pas sudah di rumah karena sudah sama-sama tau. dua novel tadi sudah membuktikannya, Falla harus putus dari Bul yang anak teknik sedangkan Beno harus berceradi dari Alex yang seorang Banker.
tiba-tiba juga jadi inget sama teman-teman yang sekarang nyemplung di dunia medis, bagaimana hidup mereka nanti ya? gimana mereka ko-ass nanti ya? siapa yang jadi pendamping hidup mereka nanti ya? kalau saat ini mungkin masih bisa pacaran sama sembarang orang, tapi makin kesana kan makin kelihatan perbedaan rutinitas, perbedaan waktunya.
kalau nanti aku pacaran sama dokter gimana ya? kalau bahkan nanti aku punya suami seorang dokter bagaimana ya? apa aku harus tidur di rumah sendirian menjaga anak-anak sementara suami menemani pasiennya di RS?
wahihi, hidup ini misteri dan ilmu cinta didalamnya pun begitu.
kesimpulannya, aku suka dua novel tadi, Heart Emergency (Falla Adinda) dan Divortiare (Ika Natassa).

4 thoughts on ““Oh Iya Tadi Kan Mau Review Buku Ya?” – dari Rianur

  1. kak 🙂 ga ketuaan kali yah manggil kakak 😀 *peace*
    akudan teman2 di fk.UR baca novel kakak 🙂
    btw itu nyata kak ?
    ttg kka dan bul atau reza ?
    Hhehheh 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *