Meromantisir Kebetulan

Banyak hal berubah semenjak era sosial media mulai menggurita, salah satu yang sering saya amati adalah fenomena meromantisir dan mengindah-indahkan kebetulan,   bisa atas nama semesta bila ingin dipercantik kalimatnya, atau ya dengan kata apapun yang merujuk pada sebuah kebetulan itu ternyata sudah ditulis dan memiliki makna di belakangnya. Bahwa tidak ada yang namanya murni […]

27, Tentang Langkah Bayi Menapaki Karir

Tuhan ternyata masih menuliskan umur saya di garis 27, setelah melalui 26 tahun dengan langkah-langkah bayi mencoba menapaki karir. Iya, 26 adalah tahun penuh dengan tapakan sederhana untuk memulai hidup yang lebih hidup, atau hidup yang sesungguhnya. Selepas masa internship dokter dan dirasa siap untuk kembali bekerja karena kehadiran anak, usia 26 menawarkan saya banyak […]

Awkrn? Wajar?

Sebelum saya menumpahkan kegelisahan saya mengenai anak remaja yang sedang hangat dibicarakan, saya mau bercerita sedikit mengenai… umm, kurang tepat bila disebut cinta pertama, mungkin lebih tepatnya, orang yang pertama kali saya belajar mengenai ketertarikan pada lawan jenis. Namanya Kambing, Saya menyebutnya demikian. Dia sebenarnya adalah teman dari saya SD, tapi dia beda kelas. Layaknya […]

Ngapain Nikah Sih?

Di usia pernikahan yang masih seumur jagung, memang sepertinya bukan kapabilitas saya untuk menjawab ataupun memberikan tips mengenai kelanggengan rumah tangga. Walau begitu, pertanyaan seputar mengapa saya dan Ajuno memutuskan menikah, di usia yang relatif muda, di masa kami masih belum mandiri secara finansial; masih terus menghinggapi. Entah mereka mencari inspirasi, atau hanya sekedar ingin […]

Setulus Dinding Penjara

Seperti awan yang ikhlas menjadi hitam demi pelangi sesudahnya, Seperti lilin yang rela habis dan terbakar demi menerangi gelapnya, Seperti itu kata sayang dibahasakan, Tidak berlebihan, sesekali hanya tersirat. Kita bukan lagi dua ciptaan Tuhan yang sedang berpacu dengan waktu untuk tumbuh menua, kita juga bukan lagi sepasang makhluk yang di awal indahnya jatuh cinta. […]

How I spend Money

Sebagai pekerja lepas dengan income tidak tentu,¬†kadang besar kadang sedang kadang yaaa seret, mengatur keuangan jadi hal yang penting. Terlebih saya dibesarkan di kultur keluarga hemat (dulu saya menganggapnya pelit), semakin membuat saya tumbuh menjadi pribadi yang selektif sekali dalam memilih barang. Ayah saya bukan tipe yang pelit, tapi juga tidak royal. Hanya, Ayah tidak […]

Akhirnya Ia Menyapa Kembali

Tidak banyak orang di luar keluarga saya memanggil saya “Adek..”, panggilan itu memang panggilan “rumah” saya, jadi ya yang memanggil saya dengan sebutan itu adalah orang-orang di sekeliling rumah, termasuk mas supir yang suka bantu Ayah atau mbok cuci yang suka membantu Ibu. Di luar itu, jarang sekali. Ia, seorang yang ketikannya saya abadikan di […]

Nilai di Atas Kertas

Ayah saya pernah berkata, dulu sekali.. “Jebakan orang pintar itu adalah menganggap remeh orang lain dan jebakan orang sukses adalah tidak mau lagi melakukan hal kecil..” Perkataan yang masih relevan hingga hari ini tampaknya, terutama ketika saya (kebetulan) mencoba bertahan hidup melalui pekerjaan yang agak berada di kurva miring, pekerjaan yang dianggap banyak orang remeh […]

Pulang Ke Kampung Halaman

Saya sering sekali bercerita mengenai pulang dan rumah, di mana seharusnya pulang adalah menuju rumah. Rumah yang berarti kenyamanan, hilangnya kesah, menguapnya letih. Hari raya idul fitri adalah sebuah momentum bagi ‘anak rantau’ untuk pulang, di mana di Indonesia, tradisi pulang kampung menjelang hari raya disebut dengan mudik. Setiap tahun, Jakarta seakan kosong dan sepi […]

Disney The Lion Guard

Masih ingat dengan film Lion King? Iya sebuah film yang “mengantarkan” saya tumbuh besar, film yang hingga kini, ketika usia saya sudah hampir 27 dan sudah memiliki 1 anak masih menyisakan hangat di dada. Masih menyisakan nostalgia dan pesan moral. Tentang kisah ayah-anak, tentang kelucuan duet Timon dan Pumbaa, dan tentang figure bernama Rafiki. Nah, […]